Skip to content

Jurnal Tempo

Sumber Berita Terkini

Primary Menu
  • Home
  • General
  • Economic
  • Global
  • Edukatif
  • Home
  • Global
  • Serangan Drone Ukraina: 343 Jatuh di Rusia, 3 Orang Meninggal
  • Global

Serangan Drone Ukraina: 343 Jatuh di Rusia, 3 Orang Meninggal

Budi Santoso March 13, 2025 3 minutes read
Serangan drone

Jurnal Tempo – Serangan drone yang diluncurkan Ukraina ke wilayah Rusia semakin intensif. Dalam laporan terbaru, sebanyak 343 drone dilaporkan jatuh di berbagai kota Rusia. Serangan ini juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia akibat ledakan. Ketegangan antara kedua negara terus meningkat seiring dengan serangan udara yang semakin sering terjadi. Ukraina tampaknya menggunakan drone sebagai strategi utama dalam menekan pertahanan Rusia. Moskow merespons dengan memperkuat sistem anti-drone mereka untuk menangkal serangan-serangan selanjutnya.

“Baca Juga : Arus Mudik Lebaran 2025 Diperkirakan Dimulai 21 Maret, Menhub Siap”

Rusia Mengklaim Berhasil Menembak Jatuh Sebagian Besar Drone

Pihak berwenang Rusia mengungkapkan bahwa sebagian besar drone yang menyerang berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target. Namun, beberapa berhasil menembus pertahanan udara dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penting. Beberapa pabrik dan fasilitas penyimpanan bahan bakar mengalami kebakaran akibat serangan ini. Pemerintah Rusia menuduh Ukraina sengaja menargetkan fasilitas vital untuk melemahkan ekonomi mereka.

Ukraina Tak Mengklaim Secara Resmi, Tapi Strategi Ini Terlihat Terorganisir

Meskipun Ukraina tidak secara resmi mengklaim tanggung jawab atas serangan ini, pola serangan yang terorganisir mengindikasikan keterlibatan militer mereka. Presiden Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa negaranya akan terus berjuang menggunakan segala cara yang memungkinkan. Para ahli militer menilai penggunaan drone sebagai langkah efektif karena biaya produksi yang lebih murah dibandingkan rudal balistik.

“Simak juga: iPad Gen 11 Resmi Meluncur, Pakai Chip A16 dan Lebih Murah”

Dampak Serangan terhadap Warga Sipil di Rusia

Selain korban jiwa, serangan drone juga menimbulkan kepanikan di kalangan warga sipil. Banyak penduduk di perbatasan Rusia-Ukraina mengungsi karena takut menjadi sasaran berikutnya. Pemerintah setempat mulai membangun tempat perlindungan untuk menghadapi ancaman serangan udara yang terus meningkat. Beberapa maskapai penerbangan bahkan membatalkan rute yang melintasi daerah berisiko tinggi.

Rusia Berjanji Akan Membalas dengan Serangan Lebih Besar

Sebagai respons terhadap serangan ini, Rusia berjanji akan melakukan serangan balasan yang lebih besar. Militer Rusia mulai mengerahkan lebih banyak pasukan dan persenjataan ke garis depan. Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam jika terus diserang. Analis memperkirakan bahwa konflik ini akan terus bereskalasi jika tidak ada upaya diplomasi yang signifikan.

AS dan NATO Memantau Situasi dengan Cermat

Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan NATO, terus memantau perkembangan konflik ini. Washington sebelumnya telah memasok bantuan militer dalam bentuk drone dan sistem pertahanan udara ke Ukraina. Rusia menganggap keterlibatan Barat sebagai provokasi yang bisa memperburuk situasi. Beberapa diplomat menyerukan perundingan damai untuk mencegah konflik semakin meluas.

Serangan Drone: Tanda Perang Modern yang Semakin Canggih

Serangan drone ini mencerminkan bagaimana perang modern semakin mengandalkan teknologi tanpa awak. Penggunaan drone memungkinkan serangan jarak jauh tanpa risiko bagi pilot atau operatornya. Negara-negara lain mulai mengembangkan sistem anti-drone untuk mengantisipasi ancaman serupa di masa depan. Perang Rusia-Ukraina menjadi contoh nyata bagaimana teknologi militer terus berkembang dalam konflik modern.

Post navigation

Previous: Arus Mudik Lebaran 2025 Diperkirakan Dimulai 21 Maret, Menhub Siap
Next: Proyek 100 Dapur MBG Kadin Ditargetkan Rampung Sebelum Hari Kemerdekaan

Related Stories

Iran Damai dengan AS, Warga Menyambut Lega Saat Kelompok Konservatif Meluapkan Kemarahan
  • Global

Iran Damai dengan AS, Warga Menyambut Lega Saat Kelompok Konservatif Meluapkan Kemarahan

Rudi Hartono June 15, 2026
Gempa M 7,8 Filipina Picu Kepanikan dan Peringatan Tsunami, Korban Jiwa Mulai Bertambah
  • Global

Gempa M 7,8 Filipina Picu Kepanikan dan Peringatan Tsunami, Korban Jiwa Mulai Bertambah

Rudi Hartono June 8, 2026
Jurassic Park" Jadi Nyata? Peneliti Swedia Berhasil Menghidupkan Kembali Dunia Dinosaurus Lewat Sains
  • Global

Jurassic Park” Jadi Nyata? Peneliti Swedia Berhasil Menghidupkan Kembali Dunia Dinosaurus Lewat Sains

Rudi Hartono June 1, 2026

Recent Posts

  • Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • Mengapa CV Bagus Saja Tidak Cukup? Rahasia Mendapatkan Pekerjaan di Era Kompetisi Modern
  • Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • Mengapa Anak Muda Tertarik Ikut Kirab 1 Suro? Tradisi Lama yang Kembali Hidup di Hati Generasi Muda

Categories

  • Economic
  • Edukatif
  • General
  • Global
  • Home

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
Copyright © Jurnal Tempo | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.