Jurnal Tempo – Tembakau di jalan Mandalika menjadi perhatian setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan hasil panen warga dijemur pada dua sisi jalan beton di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hamparan tembakau disebut memenuhi bagian jalan hingga sekitar satu kilometer. Akibatnya, ruang kendaraan untuk melintas menjadi lebih sempit. Peristiwa ini semakin mendapat perhatian karena terjadi beberapa pekan sebelum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ajang MotoGP tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit. Karena itu, kebersihan, keamanan, dan keteraturan kawasan kini menjadi perhatian menjelang kedatangan penonton.
Video Tembakau di Jalan Mandalika Menyebar di Media Sosial
Perhatian publik bermula dari video yang diunggah melalui Facebook. Dalam rekaman tersebut, terlihat tembakau dijemur memanjang pada kedua sisi jalan. Kendaraan yang melintas harus mengambil bagian jalan yang masih terbuka. Hingga Kamis, 24 September 2026 siang, video itu telah ditonton lebih dari 61 ribu kali dan dibagikan ratusan akun. Respons warganet kemudian berkembang karena lokasi kejadian berada di kawasan Mandalika. Terlebih lagi, kawasan tersebut sedang melakukan berbagai persiapan untuk MotoGP. Situasi sederhana yang berkaitan dengan aktivitas hasil pertanian warga akhirnya berkembang menjadi pembicaraan mengenai penggunaan ruang publik dan kesiapan destinasi wisata internasional.
Ruas Jalan Disebut Tertutup Jemuran hingga Satu Kilometer
Hamparan tembakau dalam video disebut berada di ruas jalan beton sepanjang sekitar satu kilometer. Namun, bukan berarti seluruh permukaan jalan tertutup sepenuhnya. Rekaman menunjukkan tembakau lebih banyak ditempatkan pada dua sisi jalan sehingga masih terdapat ruang untuk kendaraan melintas. Meski demikian, keberadaan hasil panen tersebut membuat ruang jalan berkurang. Kondisi seperti ini perlu diperhatikan karena fungsi utama jalan tetap sebagai jalur mobilitas. Menurut saya, persoalannya bukan terletak pada kegiatan pertanian warga. Tembakau merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pemilihan tempat pengeringan perlu mempertimbangkan keselamatan serta kebutuhan pengguna jalan lainnya.
ITDC Merespons Aktivitas Penjemuran Tembakau
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kemudian memberikan tanggapan terhadap kejadian tersebut. Direktur Operasional ITDC Troy Reza Warokka menjelaskan bahwa pihaknya terus memberikan imbauan dan melakukan langkah penertiban. Tujuannya agar kawasan tetap bersih dan nyaman digunakan. Selain itu, masyarakat diimbau tidak menggunakan akses jalan secara sembarangan untuk kepentingan pribadi. Respons tersebut menjadi penting karena ITDC merupakan pengelola kawasan pariwisata Mandalika. Menjelang agenda internasional, fungsi jalan, kebersihan kawasan, dan kenyamanan pengunjung menjadi bagian dari kesiapan destinasi. Oleh sebab itu, aktivitas masyarakat dan kebutuhan pengelolaan kawasan perlu berjalan secara seimbang.
Baca Juga: Aksi Pro-Palestina Direncanakan Jelang Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium
Sosialisasi kepada Masyarakat Disebut Telah Berjalan
ITDC menyatakan sosialisasi mengenai kebersihan dan kenyamanan kawasan telah dilakukan secara rutin. Komunikasi tersebut antara lain melibatkan tokoh masyarakat setempat. Pendekatan seperti ini diperlukan karena Mandalika bukan hanya kawasan penyelenggaraan balapan. Di sekitarnya juga terdapat masyarakat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya melalui penertiban. Komunikasi dengan warga tetap dibutuhkan agar aturan penggunaan ruang dapat dipahami bersama. Apabila kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dengan baik, pemerintah daerah dan pengelola kawasan juga dapat mencari alternatif yang tidak mengganggu akses jalan. Dengan demikian, keteraturan kawasan dapat dijaga tanpa mengabaikan aktivitas ekonomi warga.
Pengawasan Kawasan Akan Diperketat Menjelang MotoGP
Setelah video tersebut menjadi perhatian publik, ITDC menyatakan pengawasan di berbagai area Mandalika akan ditingkatkan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak. Waktunya juga berdekatan dengan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Dalam periode menjelang acara besar, lalu lintas manusia dan kendaraan biasanya meningkat. Karena itu, akses jalan perlu dijaga agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Pengawasan tidak hanya berkaitan dengan penjemuran tembakau. Kebersihan, keamanan, fasilitas umum, dan kelancaran mobilitas juga menjadi bagian penting dari kesiapan kawasan. Terlebih lagi, Mandalika akan menerima pengunjung dari berbagai daerah dan negara selama rangkaian balapan berlangsung.
MotoGP Mandalika Digelar pada 9–11 Oktober 2026
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober. Tahun ini menjadi tahun kelima penyelenggaraan MotoGP di Mandalika sejak pertama kali digelar pada 2022. Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya menyebut persiapan dilakukan pada berbagai sektor. Aspek tersebut mencakup keamanan, transportasi, infrastruktur, kesehatan, akomodasi, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat. Bahkan, pemerintah daerah memasang target lebih dari 145 ribu penonton selama tiga hari penyelenggaraan. Besarnya mobilitas tersebut menjelaskan mengapa kondisi akses dan fasilitas di sekitar kawasan mendapatkan perhatian. Persiapan tidak hanya berlangsung di dalam sirkuit, tetapi juga mencakup lingkungan yang akan dilewati pengunjung.
Persiapan Teknis Sirkuit Juga Terus Berjalan
Di dalam Pertamina Mandalika International Circuit, berbagai pekerjaan teknis telah dilakukan menjelang balapan. Mandalika Grand Prix Association bersama ITDC melakukan pemeliharaan lintasan dan pembaruan sejumlah fasilitas. Salah satunya adalah peningkatan sistem kamera CCTV yang terhubung dengan Race Control. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan kondisi lintasan selama kegiatan balap. Selain itu, pekerjaan pengecatan ulang pada kerb, verge line, dan area runoff juga dilakukan secara bertahap. Fasilitas penonton turut diperiksa sebagai bagian dari persiapan. Dengan demikian, kesiapan MotoGP tidak hanya berkaitan dengan tampilan kawasan. Aspek keselamatan, teknologi, dan operasional menjadi bagian yang sama pentingnya.
Mandalika Menjadi Etalase Sport Tourism Indonesia
Penyelenggaraan MotoGP membawa Mandalika ke panggung pariwisata internasional. Pemerintah menempatkan ajang tersebut sebagai salah satu penggerak sport tourism di Indonesia. Dampaknya juga diharapkan menjangkau sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif. Dalam konteks tersebut, kondisi lingkungan di sekitar kawasan menjadi bagian dari pengalaman pengunjung. Jalan yang bersih dan mudah dilalui dapat memberikan kesan berbeda dibandingkan akses yang terganggu. Namun, pembangunan citra destinasi tetap perlu melibatkan masyarakat lokal. Mereka bukan sekadar pihak yang tinggal di sekitar lokasi, melainkan bagian dari ekosistem pariwisata Mandalika.
Aktivitas Warga dan Fungsi Jalan Perlu Mencari Titik Seimbang
Kasus penjemuran tembakau memperlihatkan pertemuan antara aktivitas tradisional masyarakat dan perkembangan kawasan wisata modern. Bagi petani, proses pengeringan merupakan bagian penting setelah panen. Sementara itu, jalan merupakan fasilitas publik yang harus dapat digunakan secara aman. Dua kebutuhan tersebut tidak harus selalu dipertentangkan. Solusi yang lebih berkelanjutan dapat dicari melalui komunikasi dan penyediaan ruang pengeringan yang memadai jika memang diperlukan. Selain itu, sosialisasi mengenai penggunaan fasilitas umum dapat dilakukan secara konsisten. Pendekatan seperti ini lebih konstruktif dibandingkan sekadar melihat aktivitas warga sebagai gangguan terhadap kawasan wisata.
Sorotan Menjelang MotoGP Menjadi Momentum Penataan Kawasan
Tembakau di jalan Mandalika akhirnya menjadi pembicaraan karena muncul pada waktu ketika perhatian publik sedang mengarah ke Lombok. Beberapa pekan lagi, kawasan tersebut akan menjadi lokasi salah satu agenda motorsport internasional terbesar di Indonesia. ITDC telah menyatakan akan meningkatkan pengawasan dan melakukan penertiban untuk menjaga kenyamanan kawasan. Di sisi lain, peristiwa ini juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Mandalika berkembang sebagai destinasi sport tourism, tetapi kehidupan ekonomi lokal tetap menjadi bagian dari identitas kawasan. Karena itu, penataan yang baik seharusnya mampu menjaga fungsi fasilitas publik sekaligus memberikan ruang yang wajar bagi aktivitas masyarakat.