Jurnal Tempo -Belakangan ini, tren minum satu sendok minyak zaitun langsung, atau dikenal sebagai olive oil shot, ramai beredar di TikTok dan Instagram. Banyak orang percaya cara ini dapat membantu menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan. Namun, ahli gizi menegaskan bahwa minyak zaitun tetap mengandung kalori tinggi sehingga penggunaannya harus diperhatikan. Dr. Jovita Amelia, Sp.GK dari RS Ciputra Citra Garden, menyebut bahwa minyak zaitun memang lemak sehat, tetapi konsumsi rutin secara langsung bisa menambah asupan kalori harian tanpa disadari. Dengan tren ini, masyarakat perlu memahami bahwa kesehatan optimal diperoleh dari konsumsi seimbang dan pola makan lengkap.
Kandungan Nutrisi Minyak Zaitun
Minyak zaitun merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung. Selain itu, minyak zaitun mengandung vitamin E, vitamin K, asam oleat, dan polifenol bersifat antioksidan. Kandungan ini membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung. Meski demikian, kandungan kalori yang tinggi sekitar 119 kalori per sendok makan menuntut perhatian bagi mereka yang sedang mengatur berat badan. Konsumsi minyak zaitun paling baik jika menjadi bagian dari pola makan seimbang dan dikombinasikan dengan sayuran, protein, dan karbohidrat sehat.
Baca Juga : Air Kelapa Ternyata Punya Peran Penting dalam
Risiko Kalori Tersembunyi
Menurut Dr. Will Haas, dokter keluarga asal North Carolina, kebiasaan minum olive oil shot setiap hari dapat menambah ratusan kalori tanpa disadari. Jika tidak disesuaikan dengan total asupan kalori harian, hal ini bisa menghambat penurunan berat badan. Pengingat ini penting bagi orang yang sedang menjalani diet ketat atau program pembakaran lemak. Para ahli menyarankan agar minyak zaitun dikonsumsi bersama makanan, bukan diminum langsung saat perut kosong, untuk mengurangi risiko kalori berlebih sekaligus memaksimalkan penyerapan nutrisi.
Manfaat Kesehatan Tetap Ada
Meski tinggi kalori, minyak zaitun tetap memiliki manfaat kesehatan jika dikonsumsi wajar. Asam oleat dalam minyak zaitun membantu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, sementara antioksidan polifenol berperan dalam melindungi sel dari kerusakan. Vitamin E dan K juga penting untuk menjaga fungsi sel dan pembekuan darah. Dengan dosis yang tepat, minyak zaitun dapat menjadi pelengkap diet sehat, mendukung kesehatan jantung, dan memberikan perlindungan dari radikal bebas.
Baca Juga :Diagnosis Hantavirus Tak Bisa Hanya dari Gejala
Cara Aman Konsumsi Olive Oil
Ahli gizi menyarankan olive oil shot lebih efektif bila dikonsumsi sebagai campuran salad atau sebagai bahan tambahan makanan. Dengan cara ini, tubuh mendapatkan manfaat nutrisi tanpa menerima kalori secara langsung. Menggunakan minyak zaitun untuk memasak dengan api rendah atau menambahkan satu sendok pada makanan pagi juga lebih aman daripada diminum langsung. Konsistensi dan porsi yang terkontrol menjadi kunci agar manfaat lemak sehat bisa optimal.
Tren Digital dan Pengaruh Media Sosial
Popularitas olive oil shot tidak lepas dari pengaruh media sosial. Video-video viral mendorong banyak orang mencoba tren ini tanpa memahami dampak kalori atau porsi ideal. Oleh karena itu, penting bagi pengguna media sosial untuk tetap kritis terhadap konten kesehatan dan memverifikasi informasi dari sumber terpercaya. Ahli gizi menekankan bahwa setiap tren diet baru perlu disesuaikan dengan kondisi fisik, tujuan kesehatan, dan konsultasi profesional.
Kesimpulan Praktis untuk Diet
Bagi yang ingin mencoba olive oil shot, penting untuk mengingat bahwa minyak zaitun adalah lemak sehat tetapi tinggi kalori. Konsumsi wajar dan sebagai bagian dari pola makan seimbang tetap lebih aman. Mengkombinasikannya dengan sayuran, protein, atau karbohidrat kompleks dapat memaksimalkan manfaat dan mengurangi risiko kenaikan berat badan. Memahami nutrisi dan porsinya adalah langkah penting agar tren kesehatan tidak justru merugikan tubuh.