Jurnal Tempo – Di tengah ramainya Jakarta Timur Career Fest & Bazaar di GOR Pulo Gadung, Rabu, 7 Oktober 2026, Khaerani datang membawa harapan baru. Perempuan berusia 38 tahun asal Pondok Kopi, Jakarta Timur, itu belum genap sebulan meninggalkan pekerjaan lamanya. Namun, ia tidak ingin terlalu lama menunggu kesempatan datang sendiri. Setelah hampir sepuluh tahun bekerja di sebuah perusahaan finance, Khaerani kembali memasuki persaingan pasar kerja. Ia menyadari perjalanan kali ini mungkin lebih sulit karena sejumlah lowongan menetapkan batas usia maksimal antara 30 hingga 35 tahun. Meski demikian, batas tersebut tidak langsung mematahkan semangatnya. Khaerani merasa dirinya masih produktif dan mampu memberikan pengalaman kepada perusahaan baru. Karena itu, ia memilih aktif mencari peluang. Baginya, berdiam diri justru memperkecil kemungkinan mendapatkan pekerjaan. Sikap tersebut memperlihatkan bagaimana keberanian untuk mencoba tetap penting ketika kondisi pasar kerja menghadirkan banyak batasan.
Hampir Satu Dekade Pengalaman Menjadi Bekal Berharga
Perjalanan Khaerani kembali mencari kerja tidak dimulai dari titik kosong. Selama hampir sepuluh tahun, ia telah mengenal rutinitas dunia profesional dan memahami tanggung jawab dalam pekerjaan. Sebelumnya, Khaerani bekerja sebagai admin finance, posisi yang membuatnya merasa nyaman karena telah dijalani selama bertahun-tahun. Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal penting ketika ia kembali menawarkan kemampuannya kepada perusahaan lain. Selain itu, masa kerja yang panjang menunjukkan bahwa pekerja berusia matang dapat membawa pengalaman praktis yang tidak selalu diperoleh dalam waktu singkat. Namun, Khaerani tetap harus menghadapi kenyataan bahwa beberapa perusahaan menggunakan usia sebagai salah satu persyaratan rekrutmen. Kondisi itu membuat proses pencarian pekerjaan terasa berbeda dibandingkan ketika ia masih lebih muda. Walaupun demikian, ia tidak kehilangan keyakinan. Sebaliknya, Khaerani membawa pengalaman kerjanya sebagai modal sambil tetap membuka diri terhadap peluang baru yang sesuai dengan kemampuan serta kondisi dirinya sekarang.
Baca Juga : Nasi Disimpan di Kulkas, Aman atau Berbahaya? Ini Jawaban Dokter
Perpindahan ke Divisi Sales Mengubah Perjalanan Kariernya
Sebelum memutuskan berhenti bekerja, Khaerani sebenarnya telah melewati perubahan besar dalam perjalanan kariernya. Setelah lama menjalani posisi admin finance, perusahaan memindahkannya ke divisi sales. Perubahan tersebut membawa tanggung jawab dan ritme kerja yang berbeda dari pekerjaan yang selama ini ia kenal. Meski begitu, Khaerani tidak langsung menyerah. Ia mencoba menjalani posisi tersebut selama sekitar satu tahun dan berusaha menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan baru. Namun, seiring berjalannya waktu, pekerjaan itu mulai memengaruhi kondisi fisiknya. Situasi tersebut akhirnya membuat Khaerani mempertimbangkan ulang pilihan kariernya. Pada 16 September 2026, ia memutuskan meninggalkan pekerjaannya. Keputusan itu bukan berarti ia kehilangan keinginan untuk bekerja. Sebaliknya, ia ingin tetap produktif dengan mencari pekerjaan yang lebih sesuai. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keputusan meninggalkan pekerjaan terkadang menjadi langkah untuk membuka jalan menuju pilihan profesional yang lebih cocok.
Batas Usia Menjadi Tantangan Nyata dalam Mencari Kerja
Ketika kembali melihat berbagai lowongan, Khaerani menemukan tantangan yang sulit diabaikan. Beberapa perusahaan mencantumkan batas usia maksimal 30 hingga 35 tahun bagi pelamar. Pada usia 38 tahun, persyaratan tersebut otomatis membuat sejumlah kesempatan tertutup sebelum ia sempat menunjukkan kemampuan. Meski begitu, Khaerani memilih untuk tidak berhenti pada angka. Ia merasa masih berada pada usia produktif dan memiliki pengalaman kerja yang dapat menjadi nilai tambah. Karena itu, kehadirannya di job fair menjadi bentuk usaha nyata untuk menemukan perusahaan yang memberikan ruang lebih luas bagi pencari kerja berpengalaman. Selain itu, situasinya menggambarkan tantangan yang mungkin ditemui pekerja ketika ingin kembali memasuki pasar kerja pada usia yang lebih matang. Pengalaman panjang memang menjadi modal, tetapi persyaratan rekrutmen dapat mempersempit pilihan. Di tengah kondisi tersebut, Khaerani tetap berusaha mencari pintu yang terbuka daripada terus memikirkan pintu yang sudah tertutup.
Baca Juga : Ice Bath Setelah Lari Jauh, Pilihan Pemulihan dengan Pertimbangan
Job Fair Menjadi Tempat Menjemput Harapan Baru
Jakarta Timur Career Fest & Bazaar menjadi salah satu tempat Khaerani menjemput peluang setelah meninggalkan pekerjaan lamanya. Di antara pencari kerja lain, ia datang dengan tujuan sederhana tetapi penting: menemukan kesempatan untuk kembali bekerja. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa proses mencari pekerjaan membutuhkan keberanian untuk hadir, bertanya, dan mencoba. Terlebih lagi, Khaerani memahami bahwa peluang tidak selalu datang kepada seseorang yang hanya menunggu di rumah. Ungkapannya, “Kalau saya diam saja, gimana caranya ada yang mau panggil kerja?” menggambarkan sikap itu dengan jelas. Bagi Khaerani, bergerak menjadi pilihan yang lebih masuk akal daripada menyerah pada kekhawatiran soal usia. Ia mungkin tidak dapat mengendalikan persyaratan setiap perusahaan, tetapi ia masih bisa menentukan bagaimana merespons keadaan tersebut. Oleh karena itu, job fair bukan sekadar tempat menyerahkan lamaran. Bagi dirinya, acara tersebut menjadi ruang untuk menjaga harapan tetap hidup setelah perubahan besar dalam kariernya.
Keinginan untuk Tetap Produktif Menjadi Penggerak Utama
Di balik keputusan mencari pekerjaan lagi, Khaerani membawa satu alasan yang kuat: ia masih ingin produktif. Berhenti dari pekerjaan sebelumnya tidak menghapus keinginannya untuk terus berkarya. Sebaliknya, pengalaman tersebut membuatnya lebih memahami jenis pekerjaan yang ingin ia jalani berikutnya. Pada usia 38 tahun, ia juga menolak melihat dirinya sebagai seseorang yang sudah terlambat memulai kembali. Sikap tersebut terasa penting karena pencarian kerja sering membawa ketidakpastian, terlebih ketika pelamar menghadapi batas usia pada sejumlah lowongan. Namun, Khaerani tidak membiarkan keadaan itu menentukan seluruh langkahnya. Ia tetap mendatangi job fair dan mencari posisi yang mungkin sesuai dengan pengalaman serta kemampuannya. Dengan demikian, kisahnya bukan hanya tentang seseorang yang membutuhkan pekerjaan baru. Ceritanya juga memperlihatkan tekad seorang pekerja berpengalaman untuk mempertahankan kemandirian, rasa percaya diri, dan keinginan berkontribusi melalui pekerjaan yang lebih sesuai.
Langkah Kecil Bisa Membuka Kesempatan yang Lebih Besar
Perjalanan Khaerani belum memiliki akhir yang pasti karena pencarian pekerjaan masih berlangsung. Namun, langkahnya datang ke GOR Pulo Gadung menunjukkan bahwa harapan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Ia memilih membawa pengalaman hampir sepuluh tahun, menghadapi batas usia, dan tetap mencoba bertemu dengan peluang baru. Tentu saja, tidak setiap lamaran akan menghasilkan panggilan kerja. Meski demikian, setiap usaha dapat memperbesar kesempatan dibandingkan hanya menunggu tanpa melakukan apa pun. Cerita Khaerani juga menghadirkan sisi manusiawi dari persaingan kerja yang sering hanya dibicarakan melalui angka dan persyaratan. Di balik setiap lamaran terdapat seseorang dengan pengalaman, kebutuhan, serta harapan untuk kembali mendapatkan tempat di dunia kerja. Bagi Khaerani, usia 38 tahun bukan alasan untuk berhenti. Justru pada fase inilah ia memilih bergerak lagi, mencari pekerjaan yang sesuai, dan membuktikan bahwa kesempatan masih layak diperjuangkan.