Jurnal Tempo – Persepsi terhadap kekuatan besar dunia sedang mengalami perubahan menarik. China, yang selama bertahun-tahun menghadapi pandangan beragam di luar negeri, kini memperoleh penilaian lebih positif di sejumlah negara. Berdasarkan materi yang Anda berikan, survei di Kanada pada musim semi 2026 mencatat pandangan positif terhadap China sebesar 44 persen. Sementara itu, Amerika Serikat berada pada 33 persen. Gambaran lebih luas muncul dalam studi Pew Research Center pada Juli yang melibatkan 42.151 responden dewasa. China disebut mendapat pandangan lebih positif dibandingkan AS di 25 dari 36 negara yang disurvei. Perubahan citra China di dunia tentu tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor saja. Pembangunan ekonomi, teknologi, infrastruktur, hingga pendekatan diplomasi ikut membentuk persepsi tersebut. Namun, angka survei tetap perlu dibaca hati-hati karena pandangan positif tidak selalu berarti dukungan terhadap seluruh kebijakan Beijing.
Kanada Menjadi Gambaran Pergeseran Persepsi Global
Perubahan di Kanada terasa mencolok karena negara tersebut memiliki hubungan ekonomi dan politik yang erat dengan Amerika Serikat. Dalam materi sumber, pandangan positif terhadap China mencapai 44 persen pada musim semi tahun ini. Sementara itu, AS memperoleh 33 persen. Perubahan tersebut menjadi menarik jika dibandingkan dengan kesenjangan persepsi yang masih lebar tiga tahun sebelumnya. Meski demikian, angka itu tidak otomatis menunjukkan bahwa masyarakat Kanada sepenuhnya beralih mendukung Beijing. Persepsi terhadap sebuah negara dapat berubah karena kondisi ekonomi, kebijakan luar negeri, konflik geopolitik, atau dinamika politik dalam negeri. Karena itu, survei lebih tepat dibaca sebagai potret perubahan sentimen pada periode tertentu. Namun, Kanada tetap menjadi contoh penting. Jika persepsi dapat bergeser di salah satu sekutu terdekat AS, persaingan citra antara Beijing dan Washington jelas tidak lagi hanya berlangsung di negara-negara yang jauh dari lingkaran pengaruh Amerika.
Baca Juga : Baru Gajian tapi Saldo Cepat
Survei Pew Memperlihatkan Gambaran yang Lebih Luas
Perubahan tersebut tidak hanya terlihat di Kanada. Menurut materi yang diberikan, studi Pew Research Center pada Juli melibatkan 42.151 orang dewasa dari 36 negara. China dipandang lebih positif daripada Amerika Serikat di 25 negara yang masuk dalam survei tersebut. Temuan ini memberikan gambaran bahwa perubahan persepsi memiliki jangkauan yang lebih luas. Namun, hasil tersebut tetap tidak boleh disederhanakan menjadi kemenangan mutlak China atas AS. Setiap negara mempunyai hubungan ekonomi, sejarah, kepentingan keamanan, dan pengalaman diplomatik yang berbeda. Bahkan, seseorang dapat memandang positif kemajuan teknologi China sambil tetap memiliki kekhawatiran terhadap kebijakan tertentu. Hal serupa berlaku terhadap Amerika Serikat. Karena itu, persaingan citra global kini semakin kompleks. Kekuatan militer dan ekonomi masih penting. Akan tetapi, masyarakat juga menilai bagaimana sebuah negara bertindak, menawarkan kerja sama, dan menghadirkan manfaat yang dapat mereka lihat dalam kehidupan nyata.
Pembangunan Domestik Menjadi Kekuatan Cerita Beijing
Salah satu modal terbesar China dalam membangun citra internasional berasal dari transformasi di dalam negeri. Materi sumber menyebut hampir 800 juta penduduk berhasil keluar dari kemiskinan selama lebih dari empat dekade. China juga membangun jaringan kereta cepat terbesar di dunia dan berkembang menjadi kekuatan manufaktur. Selain itu, negara tersebut semakin menonjol dalam kendaraan listrik, energi terbarukan, dan layanan digital. Pencapaian seperti ini memberikan Beijing cerita pembangunan yang mudah ditampilkan kepada dunia. Bagi banyak negara berkembang, persoalan seperti lapangan kerja, infrastruktur, kemiskinan, dan akses teknologi masih menjadi tantangan sehari-hari. Oleh karena itu, pengalaman China dapat menarik perhatian mereka. Namun, keberhasilan pembangunan tidak berarti semua aspek model China dapat diterapkan di tempat lain. Kondisi politik, ekonomi, dan sosial setiap negara berbeda. Meski begitu, hasil pembangunan yang terlihat memberikan Beijing modal kuat untuk memperkenalkan citra negaranya melalui pencapaian konkret.
Baca Juga :Bikin Moktail ala Kafe di Rumah
Teknologi Membawa Wajah Baru China ke Dunia
Perubahan citra China juga berjalan bersama perkembangan teknologinya. Selama bertahun-tahun, negara tersebut dikenal sebagai pusat manufaktur dunia. Kini, persepsi itu berkembang ketika perusahaan China semakin terlihat dalam industri kendaraan listrik, energi bersih, kecerdasan buatan, dan layanan digital. Teknologi membuat interaksi masyarakat global dengan China menjadi lebih dekat. Seseorang mungkin tidak mengikuti diplomasi Beijing, tetapi dapat menggunakan perangkat elektronik atau melihat kendaraan listrik buatan perusahaan China di kotanya. Infrastruktur juga memberikan dampak serupa karena hasilnya dapat dilihat secara langsung. Dengan demikian, citra sebuah negara tidak hanya terbentuk melalui pidato pejabat atau kampanye komunikasi. Produk, inovasi, investasi, dan proyek pembangunan ikut membentuk pengalaman masyarakat. Namun, kemajuan teknologi juga membawa perdebatan tentang keamanan, persaingan industri, dan ketergantungan ekonomi. Artinya, perkembangan tersebut dapat meningkatkan daya tarik China sekaligus memunculkan kekhawatiran baru di sejumlah negara.
Beijing Menawarkan Narasi Kemitraan dan Prediktabilitas
Xinhua, seperti dikutip dalam materi sumber, menafsirkan perubahan persepsi global sebagai meningkatnya keinginan terhadap kemitraan dibanding tekanan. Media tersebut juga menyoroti prediktabilitas dan pembangunan bersama dibanding persaingan zero-sum. Penting dicatat, pandangan tersebut merupakan framing dari media pemerintah China dan bukan kesimpulan otomatis dari angka survei. Namun, narasi itu membantu menjelaskan bagaimana Beijing ingin memperkenalkan dirinya kepada dunia. China kerap menempatkan kerja sama ekonomi dan pembangunan sebagai bagian penting dari diplomasi internasionalnya. Pendekatan tersebut dapat menarik bagi negara yang membutuhkan investasi, perdagangan, teknologi, atau infrastruktur. Meski demikian, penerimaannya tidak selalu sama. Setiap pemerintah akan menilai hubungan dengan Beijing berdasarkan kepentingan nasional masing-masing. Karena itu, keberhasilan diplomasi China tidak hanya ditentukan oleh pesan yang disampaikan. Pengalaman nyata negara mitra terhadap investasi dan kerja sama tersebut juga akan menentukan bagaimana citra China berkembang dalam jangka panjang.
Rencana Jangka Panjang Ikut Menarik Perhatian
Wang Lei dari Beijing Normal University, sebagaimana dikutip dalam materi sumber, mengatakan semakin banyak akademisi luar negeri mempelajari rencana pembangunan lima tahunan China. Mereka disebut tertarik memahami logika tata kelola yang mendukung pembangunan negara tersebut. Menurut Wang, pembangunan stabil dan peningkatan taraf hidup telah menjadi salah satu “kartu nama” China yang paling meyakinkan. Pandangan itu berasal dari akademisi China sehingga tetap perlu ditempatkan dalam konteksnya. Namun, perencanaan jangka panjang memang menjadi bagian penting dari cara Beijing menggambarkan model pembangunannya. Bagi negara yang menghadapi pergantian prioritas atau proyek infrastruktur yang berjalan lambat, kemampuan mempertahankan rencana selama bertahun-tahun dapat terlihat menarik. Meski demikian, sistem pemerintahan tidak dapat disalin begitu saja. Setiap negara mempunyai institusi dan kebutuhan berbeda. Pelajaran yang lebih universal mungkin terletak pada konsistensi kebijakan serta kemampuan mengubah rencana menjadi hasil nyata.
Persaingan Citra Dunia Kini Semakin Kompleks
Naiknya persepsi positif terhadap China memperlihatkan bahwa pengaruh global tidak lagi cukup diukur melalui ekonomi atau kekuatan militer. Reputasi sebuah negara terbentuk melalui banyak pengalaman sekaligus. Masyarakat melihat produk teknologi, investasi, konflik internasional, perdagangan, diplomasi, dan keputusan politik melalui arus informasi yang sangat cepat. Karena itu, citra China di dunia maupun citra Amerika Serikat dapat berubah mengikuti perkembangan baru. Survei yang disebut dalam materi memberikan sinyal penting, tetapi bukan gambaran permanen tentang posisi kedua negara. China masih menghadapi kritik dan kekhawatiran internasional pada sejumlah isu. Amerika Serikat juga tetap memiliki jaringan aliansi, kekuatan ekonomi, teknologi, dan pengaruh budaya yang luas. Yang berubah adalah cara masyarakat membandingkan keduanya. Dalam dunia yang semakin multipolar, kemampuan menawarkan manfaat nyata, menjaga kepercayaan, dan membangun hubungan yang dianggap stabil dapat semakin menentukan bagaimana sebuah kekuatan besar dipandang.