Jurnal Tempo – Harga emas perhiasan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah mengalami kenaikan pada 25 Mei 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik dunia, banyak orang mulai melihat emas sebagai aset aman yang tetap menjanjikan. Kenaikan harga emas dunia ikut mempengaruhi harga emas perhiasan di Indonesia, termasuk di Raja Emas dan Laku Emas. Selain itu, kabar potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran juga membuat pasar global bergerak cukup dinamis. Situasi tersebut akhirnya berdampak langsung pada pergerakan harga emas di dalam negeri. Banyak masyarakat kini tidak hanya membeli emas sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan nilai aset di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil sepenuhnya.
Harga Emas Dunia Menguat di Tengah Harapan Perdamaian
Harga emas dunia dilaporkan naik hampir 1 persen dan mencapai USD 4.560,90 pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, pasar juga berharap pembukaan kembali Selat Hormuz dapat membantu mengurangi tekanan geopolitik global. Kondisi tersebut membuat investor kembali melirik emas sebagai aset yang dianggap aman di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Meski begitu, analis menilai pergerakan emas masih sangat dipengaruhi situasi politik internasional dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Karena itu, banyak investor kini memantau perkembangan global dengan lebih hati-hati sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga : Purbaya Soroti Tekanan Rupiah: Ekonomi Indones
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Ikut Melonjak
Kenaikan harga emas dunia langsung berdampak pada harga emas perhiasan di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, harga emas 24 karat di Raja Emas Indonesia mencapai Rp 2.500.000 per gram. Selain itu, emas 22 karat kini berada di kisaran Rp 2.028.000 per gram, sementara emas 18 karat dijual sekitar Rp 1.661.000 per gram. Kenaikan ini membuat banyak masyarakat mulai mempertimbangkan waktu terbaik untuk membeli atau menjual emas. Di sisi lain, sebagian konsumen tetap memilih membeli emas karena dianggap lebih aman dibanding menyimpan uang tunai dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Situasi ini memperlihatkan bahwa emas masih memiliki daya tarik kuat sebagai aset perlindungan nilai di tengah gejolak global.
Laku Emas Juga Catat Kenaikan Harga Perhiasan
Tidak hanya Raja Emas, harga emas perhiasan di Laku Emas Indonesia juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga emas 24K di Laku Emas kini mencapai Rp 2.460.000 per gram. Selain itu, emas 23K dijual sekitar Rp 2.120.000 per gram dan emas 20K berada di angka Rp 1.847.000 per gram. Kenaikan harga ini membuat toko emas mulai ramai didatangi konsumen yang ingin membeli maupun menjual emas mereka. Banyak masyarakat kini lebih aktif memantau harga emas harian karena fluktuasinya cukup cepat dalam beberapa bulan terakhir. Selain menjadi perhiasan, emas juga dianggap sebagai investasi fleksibel yang mudah dicairkan saat dibutuhkan.
Baca Juga :Rupiah Melemah ke Level Terendah, Tekanan
Geopolitik Dunia Jadi Faktor Penting Pergerakan Emas
Pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi situasi geopolitik dunia. Ketegangan di Timur Tengah, negosiasi Amerika Serikat dan Iran, hingga kebijakan ekonomi global menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar logam mulia. Selain itu, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga ikut menentukan arah harga emas dunia. Ketika kondisi global tidak stabil, investor biasanya memilih emas sebagai aset perlindungan karena dianggap lebih aman dibanding instrumen lain. Karena itu, setiap perkembangan politik internasional dapat langsung mempengaruhi harga emas dalam waktu singkat. Banyak analis menilai tren ini kemungkinan masih akan berlanjut selama situasi global belum benar-benar stabil.
Emas Perhiasan Kini Tak Sekadar Aksesori
Bagi banyak masyarakat Indonesia, emas perhiasan kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aksesori penunjang penampilan. Selain memiliki nilai estetika, emas juga dianggap sebagai tabungan jangka panjang yang relatif aman. Banyak keluarga memilih membeli emas sedikit demi sedikit untuk persiapan masa depan atau kebutuhan darurat. Selain itu, emas perhiasan lebih mudah diperjualbelikan dibanding beberapa bentuk investasi lainnya. Meski demikian, konsumen tetap perlu memahami perbedaan antara harga beli dan harga jual kembali agar tidak salah mengambil keputusan. Karena itu, edukasi tentang investasi emas kini semakin penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap logam mulia.
Masyarakat Mulai Lebih Aktif Pantau Harga Emas Harian
Kenaikan harga emas membuat masyarakat semakin aktif memantau perkembangan pasar setiap hari. Banyak orang kini rutin melihat harga emas melalui toko online, media sosial, hingga situs ekonomi terpercaya sebelum membeli atau menjual emas. Selain itu, generasi muda juga mulai tertarik menjadikan emas sebagai bagian dari investasi jangka panjang mereka. Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, emas dianggap mampu menjaga nilai kekayaan lebih stabil dibanding beberapa aset lainnya. Karena itu, informasi harga emas harian kini menjadi salah satu topik ekonomi yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia.
Harga Emas Diprediksi Masih Bergerak Dinamis
Analis memperkirakan harga emas masih akan bergerak dinamis dalam beberapa waktu ke depan. Faktor geopolitik, kebijakan suku bunga, dan kondisi ekonomi global akan terus mempengaruhi pasar emas dunia. Selain itu, perubahan nilai tukar rupiah juga ikut berdampak terhadap harga emas di Indonesia. Karena itu, masyarakat disarankan tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi tanpa memantau kondisi pasar secara menyeluruh. Meski harga emas sedang tinggi, banyak investor tetap percaya logam mulia masih menjadi salah satu aset paling aman di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.