Jurnal Tempo – 4 tips memilih asupan makanan untuk sahur dan buka puasa menjadi semakin relevan ketika bulan Ramadhan tiba. Selama satu bulan penuh, ritme makan berubah drastis. Tubuh yang biasanya menerima asupan pagi, siang, dan malam kini hanya mengandalkan dua waktu utama: sahur dan berbuka. Dalam kondisi ini, banyak orang memilih makanan praktis seperti mi instan atau produk olahan karena mudah disiapkan. Namun, kepraktisan sering kali mengorbankan keseimbangan gizi. Jika asupan tidak terkontrol, tubuh bisa mudah lemas, dehidrasi, bahkan mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu, penting memahami bagaimana memilih makanan yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu menjaga energi dan kesehatan sepanjang hari.
Kontrol Natrium agar Tidak Mudah Haus
4 tips memilih asupan makanan untuk sahur dan buka puasa dimulai dari mengontrol natrium atau garam. Banyak makanan populer saat sahur, seperti sosis, nugget, dan mi instan, mengandung natrium tinggi. Konsumsi natrium berlebihan dapat memicu rasa haus berlebihan di siang hari karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar cairan. Akibatnya, puasa terasa lebih berat dan energi cepat menurun. Meski makanan tersebut boleh dikonsumsi sesekali, porsinya perlu dibatasi. Selain itu, membaca label gizi sebelum membeli produk menjadi langkah bijak. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa mengorbankan kenyamanan selama berpuasa.
“Baca Juga : Marhaban Ya Ramadhan: Arti dan Makna yang Mendalam di Balik Ucapan Ini“
Buah Kaya Kalium untuk Menyeimbangkan Tubuh
4 tips memilih asupan makanan untuk sahur dan buka puasa juga menekankan pentingnya konsumsi buah, terutama yang kaya kalium seperti pisang dan pir. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium di dalam tubuh. Ketika natrium masuk melalui makanan gurih, kalium bekerja membantu mengeluarkannya melalui urine. Inilah sebabnya mengapa konsumsi buah setelah makanan tinggi garam dapat membantu mengurangi rasa haus. Selain itu, buah juga memberikan serat, vitamin, dan energi alami yang lebih stabil. Dengan menambahkan buah dalam menu sahur, tubuh tidak hanya terasa lebih segar, tetapi juga lebih siap menghadapi aktivitas sepanjang hari.
Pilih Sumber Energi yang Stabil
4 tips memilih asupan makanan untuk sahur dan buka puasa berikutnya berkaitan dengan pemilihan karbohidrat kompleks. Nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang rebus mampu melepaskan energi secara perlahan sehingga tubuh tidak cepat lapar. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang membuat gula darah naik turun dengan cepat, karbohidrat kompleks menjaga kestabilan energi. Selain itu, tambahkan protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe untuk membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Kombinasi ini membuat sahur tidak sekadar mengisi perut, tetapi benar-benar menjadi fondasi energi yang kuat hingga waktu berbuka tiba.
“Baca Juga : Komunitas Sesama Bantu Perempuan Lebih Berdaya“
Kurma sebagai Pembuka yang Bijak
4 tips memilih asupan makanan untuk sahur dan buka puasa juga berlaku saat berbuka. Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan gula untuk memulihkan energi. Kurma menjadi pilihan ideal karena mengandung gula alami yang mudah diserap tanpa menyebabkan lonjakan gula darah berlebihan. Selain manis, kurma juga kaya serat dan mineral. Dengan memulai berbuka menggunakan kurma dan air putih, sistem pencernaan memiliki waktu untuk beradaptasi sebelum menerima makanan berat. Kebiasaan sederhana ini membantu tubuh tetap stabil dan terhindar dari rasa begah atau lemas setelah makan.
Hindari Makan Berlebihan Saat Berbuka
4 tips memilih asupan makanan untuk sahur dan buka puasa tidak lengkap tanpa membahas kontrol porsi. Rasa lapar setelah seharian berpuasa sering membuat seseorang tergoda makan berlebihan. Padahal, konsumsi berlebihan justru membuat tubuh terasa berat dan mengantuk. Oleh karena itu, makanlah secara bertahap. Awali dengan takjil sehat, lanjutkan dengan makanan utama yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayuran. Minum air putih secara cukup, bukan sekaligus banyak. Dengan pola ini, tubuh tetap mendapatkan nutrisi optimal tanpa membebani sistem pencernaan.
Menjaga Keseimbangan Gizi Selama Ramadhan
4 tips memilih asupan makanan untuk sahur dan buka puasa pada akhirnya mengarah pada satu tujuan: menjaga keseimbangan gizi. Ramadhan bukan hanya momen spiritual, tetapi juga kesempatan melatih pola hidup sehat. Dengan memilih makanan rendah natrium, memperbanyak buah, mengonsumsi karbohidrat kompleks, serta mengontrol porsi, tubuh dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman. Kebiasaan ini bahkan bisa diterapkan setelah Ramadhan usai. Ketika kesadaran gizi meningkat, kualitas hidup pun ikut membaik, dan ibadah dapat dijalani dengan energi yang lebih optimal.