Skip to content

Jurnal Tempo

Sumber Berita Terkini

Primary Menu
  • Home
  • General
  • Economic
  • Global
  • Edukatif
  • Home
  • General
  • Pencurian Ikan di Selat Malaka, 3 Kapal Malaysia 16 Tersangka
  • General
  • Global

Pencurian Ikan di Selat Malaka, 3 Kapal Malaysia 16 Tersangka

jurnaltempo December 5, 2024 3 minutes read
Pencurian Ikan di Selat Malaka, 3 Kapal Malaysia 16 Tersangka

Pencurian Ikan di Selat Malaka, 3 Kapal Malaysia 16 Tersangka

Jurnal Tempo – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengungkap kasus pencurian ikan oleh tiga kapal asing berbendera Malaysia di Selat Malaka. Operasi yang dilakukan pada 30 November 2024 ini mengamankan 16 tersangka warga negara Myanmar dan menyita 200 kilogram hasil tangkapan ikan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, menyatakan bahwa ketiga kapal tersebut tertangkap basah mencuri ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Penangkapan dilakukan oleh Kapal Pengawas Hiu 16 yang sedang berpatroli.

“Ketiga kapal ini menggunakan alat tangkap terlarang, yaitu trawl, dan beroperasi tanpa izin resmi dari otoritas Indonesia,” jelas Pung Nugroho pada konferensi pers di Dermaga BP3 Medan, Kamis (5/12).

“Baca Juga : iOS 19 Update Meluncur Secara Bertahap Mengikuti Pola iOS 18“

Dampak Penggunaan Alat Trawl bagi Ekosistem Laut

Alat tangkap jenis trawl yang digunakan kapal-kapal ini menjadi perhatian utama. Alat tersebut dianggap merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang, dan mengganggu keseimbangan ekologi perairan Indonesia.

Penggunaan alat ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menyebabkan kerugian jangka panjang bagi lingkungan. Penangkapan ikan dengan cara ini dilarang keras di Indonesia karena efeknya yang merusak habitat laut secara permanen.

Identitas Kapal dan Potensi Kerugian Negara

Menurut Albert Essing, nakhoda Kapal Pengawas Hiu 16, ketiga kapal tersebut masing-masing bernomor lambung:

  1. KM PKFB 960 berukuran 49,80 GT.
  2. KM PKFB 1913 berukuran 68,56 GT.
  3. KM PKFB 1916 berukuran 69,07 GT.

Ketiganya terdeteksi melakukan kegiatan ilegal sejauh 3-5 mil laut dari wilayah perairan Indonesia. Albert menjelaskan, potensi kerugian negara akibat aktivitas ketiga kapal tersebut mencapai Rp16 miliar.

“Kapal-kapal ini kami kawal ke Stasiun PSDKP Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Albert.

Tindakan Tegas Pemerintah untuk Melindungi Lautan Indonesia dari Pencurian Ikan

Kasus pencurian ikan seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah Selat Malaka. Sebagai jalur strategis, perairan ini sering menjadi sasaran empuk bagi kapal-kapal asing yang beroperasi ilegal. Pemerintah Indonesia terus memperketat pengawasan melalui patroli rutin dan tindakan hukum tegas terhadap pelaku pelanggaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai langkah telah dilakukan, termasuk peningkatan kerja sama internasional dan teknologi pemantauan laut. Operasi seperti yang dilakukan Kapal Pengawas Hiu 16 menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah dalam melindungi sumber daya kelautan.

Peran Media dalam Edukasi Publik

Kasus ini menjadi perhatian luas berkat laporan dari berbagai media, termasuk Jurnal Tempo yang kerap mengulas isu perikanan dan kelautan. Media memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian laut dan dampak pencurian ikan terhadap perekonomian nasional.

“Simak juga: Rumah Hantu Darmo, Ruang Mistis Paling Horor di Surabaya”

Pesan Penting dari Penangkapan Kapal Pencuri Ikan

Penangkapan tiga kapal Malaysia yang mencuri ikan di Selat Malaka menunjukkan bahwa penegakan hukum di sektor perikanan terus diperkuat. Pemerintah tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran yang merugikan lingkungan dan negara.

Melalui kasus ini, publik diingatkan akan pentingnya menjaga kekayaan laut Indonesia sebagai aset berharga. Harapan ke depan, dengan pengawasan yang lebih ketat dan kerja sama internasional, kasus pencurian ikan di perairan Indonesia dapat diminimalisir.

Kesimpulan
Pencurian ikan oleh kapal asing berbendera Malaysia di Selat Malaka merupakan ancaman serius bagi kedaulatan Indonesia. Penegakan hukum yang dilakukan KKP melalui patroli Kapal Pengawas Hiu 16 membuktikan komitmen pemerintah dalam melindungi sumber daya laut. Edukasi dan pemberitaan dari media seperti Jurnal Tempo membantu menyebarkan informasi penting ini agar masyarakat semakin peduli terhadap isu kelautan

Post navigation

Previous: Kenaikan Upah Minimum Provinsi 2025: Faktor dan Syarat Pendukung
Next: Rahasia di Balik Julukan “The Smiling General” untuk Soeharto

Related Stories

AS Tuduh China Raup Untung Besar dari Minyak Venezuela Saat Maduro Berkuasa
  • Global

AS Tuduh China Raup Untung Besar dari Minyak Venezuela Saat Maduro Berkuasa

jurnaltempo January 29, 2026 0
Prabowo Kunjungi PM Inggris, Starmer Puji Kerja Sama dengan Indonesia
  • Global

Prabowo Kunjungi PM Inggris, Starmer Puji Kerja Sama dengan Indonesia

jurnaltempo January 21, 2026 0
Trump Patok Biaya Rp 16,9 T bagi Negara yang Mau Jadi Anggota Tetap Dewan Perdamaian Gaza
  • Global

Trump Patok Biaya Rp 16,9 T bagi Negara yang Mau Jadi Anggota Tetap Dewan Perdamaian Gaza

jurnaltempo January 18, 2026 0

Recent Posts

  • Nelayan Sulit Dapat BBM Subsidi, KNTI Ungkap 2 Masalah Utama
  • AS Tuduh China Raup Untung Besar dari Minyak Venezuela Saat Maduro Berkuasa
  • Mitigasi Bencana Gunung Meletus: Bekal Penting agar Tidak Panik
  • Kemendag Pastikan Izin Impor Daging Sapi 2026 Sudah Terbit Semua
  • Prabowo Kunjungi PM Inggris, Starmer Puji Kerja Sama dengan Indonesia

Categories

  • Economic
  • Edukatif
  • General
  • Global
  • Home

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
Sudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang EmasHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega OtomotifJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena FashionMPOTURBO Akses Situs Resmi Terpercaya 2025prediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroRound Rock JournalBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifyMy GoldBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYmpoturbompoturbompoturbodadu666dadu666togel 4dmpoturboLogin MPOTURBO situs resmi dengan layanan terpercayanotif4dlink alternatif aloha4dlogin vip aloha4djpot4dAloha4d Pusat Game Digital TerpercayaAloha4dkiyo4d situs slot online terpercayabendera138wisma138 loginwisma138 daftarwisma138 link alternatifsensa69sensa69 loginsensa138 link alternatifsensa138 daftarsensa138 loginsensa138Aloha4d Link Game Terpercayaaloha4d situs slot online tergacorEystone Developmentsensa138 situs game online teramanbendera138 situs slot terupdate sensa138 situs game sensasionalKiyo4dKiyo4d LoginAlternatif Aloha4dAloha4d Link AlternatifJpot4danalisis taktik modernanalisis trik perubahandampak perubahan keuntunganevaluasi fitur baruevaluasi sinyal acakfaktor pemilihan targetpengelolaan tempo rngstandar modern konsistenstrategi peluang naikwaktu ideal stabilpenentuan waktu tepatanalisis sistem indikatoranalisis taktik pecahandampak pergeseran alurevaluasi pembaruan fitur sesipemilihan strategi tepatpengelolaan tempo harianperubahan standart faktorstrategi rng momentumtrik terbaru menguntungkanolympus jalur kemenanganmuncul pola sinkronrahasia pergerakkan rtppola tidak terburu bururng menyusun kejutanrtp memuncak rng meningkattransisi rtp polalonjakan rng selaras optimalmengungkap jalan beruntunfase rtp terbaikagresivitas terukur terhadap pola acakanalisis lonjakan fase pergantianevaluasi fitur starlight princess berkelanjutan kontrol tempo momentum optimalisasi hasilpemahaman flow beruntun tersturkturpemanfaatan rtp sebagai penyaring peluangpencatatan frekuensi fitur terbatasperiode pola khusus dan timingsinkronisasi pola dan waktu lonjakanstrategi transisi pola sinyal statistikolympus jalur kemenanganmuncul pola sinkronrahasia pergerakkan rtppola tidak terburu bururng menyusun kejutanrtp memuncak rng meningkattransisi rtp polalonjakan rng selaras optimalmengungkap jalan beruntunfase rtp terbaikanalisis distribusi konsistensi hasilanalisis konsisten bulanan strategi bertahapevaluasi metode baru solusi praktismomentum terhadap efisiensi terkinipengaturan jeda stabilitas performa profitpengelolaan waktu tepat konsistenpersepsi prediktif terhadap profit terkontrolstatistik harian sebagai panduanstrategi gen z membaca momentumstrategi tren jangka pendek menguntungkananalisis bulanan stabilanalisis distribusi variasievaluasi metode baruperbedaan waktu eksekusipersepsi terhadap arahstatistik lokasi produktifstrategi genz membaca momentumteknik putaran jeda stabiltransformasi menjadi momentumtren adaptif optimalanalisis variasi konsistensianalisis tren strategievaluasi metode barumomentum rng harianperan variabel waktupersepsi prediktif kontrolrangkuman stabil bulanansinkronisasi putaran jedastatistik harian produktifstrategi gen z momentumeksplorasi kognisi pemain pada arsitekturanalisis keterlibatan emosionalpengaruh desain antarmukastudi persepsi keaslian permainanperkembangan kepercayaan penggunahubungan estetika visualakibat tempo cepat permainanmeningkatkan imersi psikologisdampak interaksi dealer virtualkepuasan pengguna jangka panjang
Copyright © Jurnal Tempo | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.