Skip to content

Jurnal Tempo

Sumber Berita Terkini

Primary Menu
  • Home
  • General
  • Economic
  • Global
  • Edukatif
  • Home
  • General
  • Kunjungan Zelensky ke AS: Rusia Mengklaim Itu Tak Berhasil
  • General

Kunjungan Zelensky ke AS: Rusia Mengklaim Itu Tak Berhasil

Budi Santoso March 1, 2025 3 minutes read
Zelensky

Jurnal Tempo – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, baru saja menyelesaikan kunjungannya ke Amerika Serikat. Tujuan utamanya adalah memperkuat hubungan strategis dengan Washington serta memperoleh lebih banyak bantuan dalam menghadapi agresi Rusia. Namun, Rusia mengklaim bahwa perjalanan ini tidak menghasilkan dampak yang signifikan.

Respons Rusia terhadap Kunjungan Zelensky

Pemerintah Rusia merespons kunjungan ini dengan nada skeptis. Mereka menilai bahwa dukungan Amerika terhadap Ukraina semakin melemah. Bahkan, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut pertemuan Zelensky dengan Joe Biden hanya sebagai formalitas belaka. Menurutnya, tidak ada keputusan baru yang mampu mengubah jalannya perang.

“Baca Juga : Sritex Resmi Tutup, 10 Ribu Karyawan Terdampak PHK Massal”

Selain itu, Rusia percaya bahwa dukungan dari AS tidak cukup kuat untuk mengubah keseimbangan di medan tempur. Mereka menganggap bahwa Ukraina tetap berada dalam posisi sulit meskipun mendapatkan bantuan tambahan. Sikap ini semakin mempertegas bahwa Moskow tidak merasa terancam dengan langkah diplomasi Zelensky.

Bantuan Militer yang Dibahas

Dalam pertemuan dengan Biden, Zelensky menyoroti pentingnya bantuan militer yang lebih besar. Ukraina sangat membutuhkan persenjataan modern, terutama sistem pertahanan udara yang lebih canggih. Selama ini, AS telah memberikan bantuan berupa rudal, kendaraan tempur, dan sistem artileri. Namun, banyak pihak menilai bahwa bantuan tersebut masih kurang untuk menghadapi kekuatan Rusia.

“Simak juga: Galiech Rahardja Bangga pada Perubahan Positif Asri Welas”

Lebih jauh, diskusi juga mencakup potensi pengiriman jet tempur F-16 dan sistem rudal jarak jauh. Kendati demikian, AS tampaknya masih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka tidak ingin eskalasi konflik semakin meningkat akibat dukungan yang terlalu besar kepada Ukraina.

Dukungan Politik dan Keamanan

Selain bantuan militer, Zelensky juga menekan AS agar lebih tegas dalam mendukung keanggotaan Ukraina di NATO. Bagi Ukraina, bergabung dengan aliansi tersebut akan menjadi langkah krusial dalam menjamin keamanan jangka panjang. Sayangnya, respons dari AS masih belum jelas.

Di sisi lain, beberapa negara anggota NATO juga masih ragu untuk menerima Ukraina. Mereka khawatir bahwa keputusan tersebut dapat memicu reaksi keras dari Rusia. Bahkan, beberapa analis menyebut bahwa ketidakpastian ini justru dapat memperpanjang konflik tanpa solusi konkret.

Rusia Meremehkan Hasil Kunjungan

Rusia menilai bahwa kunjungan ini tidak membawa perubahan signifikan di medan perang. Mereka tetap yakin bahwa Ukraina tidak memiliki kapasitas untuk bertahan dalam jangka panjang. Bahkan, beberapa media Rusia menyebut bahwa perjalanan Zelensky ke AS hanyalah upaya untuk menjaga moral pasukan dan rakyatnya.

Di samping itu, Rusia juga menegaskan bahwa mereka masih memiliki kendali penuh atas situasi di garis depan. Dengan kata lain, dukungan Amerika tidak cukup untuk menggoyahkan dominasi mereka di beberapa wilayah yang telah direbut.

AS dan Eropa Masih Ragu

Meskipun Zelensky terus mendorong lebih banyak dukungan, beberapa negara Barat masih bersikap hati-hati. Mereka mempertimbangkan dampak ekonomi dan geopolitik dari bantuan yang diberikan. Uni Eropa, misalnya, masih terpecah dalam menentukan sejauh mana mereka akan membantu Ukraina.

Lebih dari itu, sebagian besar negara Eropa juga menghadapi tekanan ekonomi domestik. Mereka harus menyeimbangkan antara membantu Ukraina dan menjaga stabilitas dalam negeri. Situasi ini membuat langkah diplomasi Zelensky menjadi semakin sulit.

Ukraina Tetap Berusaha

Terlepas dari berbagai tantangan, Ukraina tidak menyerah dalam mencari dukungan internasional. Zelensky terus melakukan lobi dengan berbagai pemimpin dunia agar bantuan tetap mengalir. Tanpa dukungan eksternal, akan sulit bagi Ukraina untuk mempertahankan diri dari agresi Rusia yang semakin intensif.

Post navigation

Previous: Lemigas Beberkan Hasil Uji Lab: BBM SPBU Penuhi Standar Kualitas
Next: Ratusan Warga Melapor ke LBH Jakarta, Pertamax Diduga Oplosan

Related Stories

Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • General

Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru

Rudi Hartono June 25, 2026
Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • General

Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan

Rudi Hartono June 19, 2026
Dari Whoosh hingga Semangat Bandung, Menjaga Warisan Sejarah di Tengah Kemajuan Kota Kembang
  • General

Dari Whoosh hingga Semangat Bandung, Menjaga Warisan Sejarah di Tengah Kemajuan Kota Kembang

Rudi Hartono June 14, 2026

Recent Posts

  • Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • Mengapa CV Bagus Saja Tidak Cukup? Rahasia Mendapatkan Pekerjaan di Era Kompetisi Modern
  • Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • Mengapa Anak Muda Tertarik Ikut Kirab 1 Suro? Tradisi Lama yang Kembali Hidup di Hati Generasi Muda

Categories

  • Economic
  • Edukatif
  • General
  • Global
  • Home

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
Copyright © Jurnal Tempo | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.