Jurnal Tempo – Kisah Hadiah Kuda Raja Charles berubah menjadi polemik setelah dua kuda Lipizzaner pemberian Hongaria sempat diminta kembali. Kedua kuda itu diberikan kepada Raja Charles III sebagai hadiah penobatan dan diserahkan ke lingkungan kerajaan pada 2024. Namun, pada Juli 2026, Istana Buckingham menerima surat dari Kementerian Pertanian Hongaria. Surat tersebut disebut meminta agar kedua kuda dikembalikan ke peternakan asalnya di Szilvasvarad. Permintaan itu tentu menimbulkan pertanyaan karena kuda sebelumnya diberikan sebagai hadiah resmi. Pemerintah Hongaria kemudian menjelaskan bahwa persoalan tersebut muncul akibat kesalahan administratif. Meski demikian, kabar tentang surat itu telanjur berkembang menjadi perdebatan di Hongaria. Di balik persoalan diplomatik yang terdengar tidak biasa, terdapat dua kuda bernama Nelson dan Iveco. Keduanya kini menjadi bagian dari cerita unik mengenai tradisi kerajaan, hubungan antarnegara, dan sebuah hadiah yang mendadak dipersoalkan kembali.
Nelson dan Iveco Dipilih Langsung untuk Kerajaan
Cerita bermula pada awal 2024 ketika dua pejabat Istana Buckingham, Toby Browne dan Matthew Powers, mengunjungi peternakan kuda di Szilvasvarad, Hongaria. Mereka datang setelah menerima undangan dari pihak Hongaria untuk memilih dua kuda yang akan dibawa ke Royal Mews. Dari sejumlah kuda yang tersedia, pilihan akhirnya jatuh kepada Neapolitano XXVII-44, yang dikenal sebagai Nelson, serta Incitato XVIII-3 atau Iveco. Saat diberikan, Nelson berusia enam tahun, sedangkan Iveco berusia delapan tahun. Proses pemilihan tersebut menunjukkan bahwa hadiah ini bukan sekadar simbol diplomatik biasa. Kedua kuda dipilih secara khusus untuk menjadi bagian dari lingkungan kerajaan Inggris. Karena itu, ketika muncul permintaan agar keduanya dikembalikan dua tahun kemudian, persoalan tersebut terasa semakin janggal. Sebuah hadiah yang sebelumnya membawa pesan persahabatan tiba-tiba menjadi pusat pertanyaan mengenai administrasi dan komunikasi antara kedua negara.
Baca Juga : Peneliti Anthropic Mundur, Peringatkan Risiko AI bagi Manusia
Penyerahan di Windsor Membawa Pesan Persahabatan
Nelson dan Iveco kemudian diserahkan kepada Royal Mews dalam sebuah acara di Windsor pada 2024. Kristof Szalay-Bobrovniczky, yang ketika itu menjabat Menteri Pertahanan Hongaria, hadir dalam proses penyerahan tersebut. Ia sebelumnya juga pernah bertugas sebagai duta besar Hongaria untuk London. Kedua kuda diterima oleh anggota senior Household Cavalry, unit yang memiliki hubungan erat dengan kegiatan seremonial kerajaan. Saat itu, suasana penyerahan membawa pesan yang sangat berbeda dari polemik yang muncul kemudian. Szalay-Bobrovniczky bahkan menggambarkan kedua kuda tersebut sebagai kuda Hongaria yang akan melayani keluarga Kerajaan Inggris. Pernyataan itu memperkuat kesan bahwa Hadiah Kuda Raja Charles diberikan sebagai simbol hubungan baik. Tidak ada gambaran bahwa Nelson dan Iveco hanya dipinjamkan sementara. Oleh sebab itu, munculnya surat permintaan pengembalian pada 2026 secara alami menimbulkan kebingungan dan menarik perhatian publik di kedua negara.
Lipizzaner Memiliki Sejarah Panjang di Eropa
Nelson dan Iveco berasal dari ras Lipizzaner, kuda yang mempunyai hubungan panjang dengan sejarah kerajaan Eropa Tengah. Ras ini berkembang kuat pada masa Kekaisaran Habsburg dan kemudian menjadi bagian dari tradisi berkuda di wilayah Austro-Hungaria. Lipizzaner dikenal karena kemampuan, ketenangan, dan penampilannya yang khas. Kuda jenis ini juga dikembangbiakkan untuk berbagai kegiatan berkuda, termasuk carriage driving atau menarik kereta. Karena latar belakang tersebut, pemberian Lipizzaner kepada keluarga kerajaan Inggris memiliki nilai simbolis yang cukup kuat. Hadiah itu membawa sebagian warisan berkuda Hongaria menuju salah satu institusi monarki paling terkenal di dunia. Nelson dan Iveco dengan demikian bukan hanya dua hewan yang dipindahkan dari sebuah peternakan menuju kandang kerajaan. Mereka juga membawa cerita sejarah dan tradisi panjang. Nilai simbolis itulah yang membuat polemik mengenai permintaan pengembalian keduanya mendapat perhatian lebih besar daripada sengketa administratif biasa.
Baca Juga :Amerika Serikat Tolak Peta Dunia Baru, Perdebatan Akurasi Global Menguat
Surat Juli 2026 Mengubah Cerita Menjadi Kisruh
Situasi berubah pada Juli 2026 ketika Istana Buckingham menerima surat dari Kementerian Pertanian Hongaria. Berdasarkan laporan yang menjadi sumber pemberitaan, surat tersebut diduga meminta Nelson dan Iveco dikembalikan ke Szilvasvarad. Peternakan milik negara itu merupakan tempat kedua kuda berasal sebelum dipilih untuk kerajaan Inggris. Kabar mengenai permintaan tersebut segera memunculkan pertanyaan. Jika kedua kuda diberikan sebagai hadiah, mengapa pemerintah Hongaria kemudian meminta mereka kembali? Pemerintah Hongaria akhirnya menyebut persoalan itu sebagai akibat kesalahan administratif. Penjelasan tersebut meredakan sebagian kebingungan, tetapi tidak langsung menghentikan perdebatan. Publik tetap ingin mengetahui bagaimana surat semacam itu dapat dikirim kepada Istana Buckingham. Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana kesalahan administrasi yang tampaknya sederhana dapat berkembang menjadi persoalan sensitif ketika melibatkan simbol negara, keluarga kerajaan, serta hubungan diplomatik antara dua negara Eropa.
Oposisi Menuntut Surat Asli Dipublikasikan
Polemik kemudian bergerak ke ranah politik domestik Hongaria. Christian Democratic People’s Party dari kubu oposisi mendesak agar surat asli yang dikirim kepada Istana Buckingham dipublikasikan secara lengkap. Mereka ingin mengetahui isi sebenarnya sekaligus mencari tahu pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman surat tersebut. Bahkan, partai itu menggunakan istilah dramatis “Hungarian-British Horse War” untuk menggambarkan kisruh tersebut. Sebutan itu tentu terdengar berlebihan untuk persoalan dua ekor kuda. Namun, istilah tersebut menunjukkan bagaimana Hadiah Kuda Raja Charles berkembang dari urusan protokoler menjadi bahan perdebatan politik. Dalam diplomasi, simbol sering memiliki bobot yang lebih besar daripada nilai ekonominya. Hadiah antarnegara membawa pesan penghormatan dan persahabatan. Karena itu, permintaan untuk mengambil kembali hadiah dapat menimbulkan kesan berbeda. Desakan transparansi akhirnya membuat persoalan Nelson dan Iveco menjadi cerita tentang akuntabilitas pemerintah, bukan hanya kehidupan dua kuda kerajaan.
Dua Kuda Menjadi Simbol Diplomasi yang Tak Terduga
Kisah Nelson dan Iveco memperlihatkan betapa sebuah hadiah dapat membawa makna diplomatik yang panjang. Pada 2024, kedua Lipizzaner tersebut datang sebagai simbol hubungan baik antara Hongaria dan keluarga kerajaan Inggris. Dua tahun kemudian, sebuah surat administratif membuat cerita mereka berubah menjadi polemik lintas negara. Pemerintah Hongaria telah menyatakan bahwa permintaan pengembalian muncul akibat kesalahan administratif. Namun, kontroversi tersebut tetap meninggalkan pertanyaan tentang bagaimana komunikasi resmi seharusnya dikelola ketika melibatkan hadiah kenegaraan. Bagi publik, sisi paling menarik mungkin justru terletak pada kesederhanaan objek di tengah persoalan besar itu. Nelson dan Iveco tidak memahami perdebatan politik yang berkembang di sekitar mereka. Namun, kedua kuda tersebut mendadak menjadi simbol tradisi, diplomasi, dan kesalahan birokrasi. Kisah ini mengingatkan bahwa hubungan antarnegara terkadang dapat menjadi rumit karena sebuah surat yang tampaknya sederhana.