Jurnal Tempo – Israel meyakini bahwa Amerika Serikat (AS) akan segera melancarkan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan oleh penyiar publik Israel pada 14 Januari 2026, yang menyebut bahwa Washington kemungkinan akan memberi peringatan kepada Israel beberapa jam sebelum serangan dilakukan. Menurut laporan tersebut, operasi AS bisa melibatkan serangan siber yang digabungkan dengan aksi militer langsung terhadap Iran.
Para pejabat Israel menilai, meski ancaman ini masih dalam tahap perencanaan, kewaspadaan meningkat. Israel kini bersiap menghadapi potensi eskalasi lebih lanjut, sementara kawasan Timur Tengah menunggu keputusan dari AS.
Langkah Antisipatif Israel Menghadapi Ancaman
Israel mulai mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi serangan meski belum ada peringatan resmi. Pemerintah kota Beersheba dan Gan Yavne membuka tempat perlindungan umum untuk warganya. Langkah serupa juga diambil oleh kota Dimona, yang lebih dulu membuka tempat perlindungan.
Meskipun Israel belum mengeluarkan instruksi resmi dari militer, langkah-langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan negara dalam menghadapi ancaman. Keputusan ini menunjukkan bahwa Israel bersiap untuk segala kemungkinan yang mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang.
“Baca Juga : Janji Setia Bahlil dan Arah Politik Golkar di Era Prabowo-Gibran“
Peningkatan Ketegangan di Timur Tengah
Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat sejak gelombang protes besar-besaran di Iran pada akhir 2025. Protes ini menandai ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah, yang menanggapi dengan tindakan keras. Ketegangan ini memperburuk hubungan Iran dengan AS dan Israel, yang semakin memperburuk situasi di kawasan.
Tekanan terhadap Iran semakin menguat, dengan pejabat AS dan Israel menyatakan harapan akan terjadinya perubahan rezim di Iran. Ketegangan ini membuat kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi siaga tinggi, seiring potensi eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar.
Hubungan Israel dan UEA: Pertemuan Rahasia
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, melakukan kunjungan ke Abu Dhabi, menggelar pertemuan rahasia dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Abdullah bin Zayed. Pertemuan ini tidak diumumkan secara resmi kepada publik, tetapi menandakan peningkatan hubungan diplomatik antara Israel dan UEA.
Melalui pertemuan ini, kedua negara semakin mempererat kerjasama dalam menghadapi ancaman dari Iran. Langkah ini juga mencerminkan perubahan besar dalam hubungan diplomatik di Timur Tengah, di mana negara-negara Arab mulai lebih terbuka untuk bekerja sama dengan Israel.
“Baca Juga :
Dampak Protes di Iran Terhadap Kebijakan Internasional
Protes di Iran telah memicu peningkatan tekanan internasional terhadap negara tersebut. Demonstrasi yang meluas telah mempengaruhi kebijakan luar negeri negara-negara besar, termasuk AS dan negara-negara Eropa. Keinginan untuk melihat perubahan rezim semakin menguat, dengan banyak pihak mengkritik pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di dalam negeri Iran.
Selain itu, ketegangan domestik di Iran turut memperburuk hubungan negara tersebut dengan negara-negara Barat. Hal ini memperburuk posisi Iran di kancah internasional, semakin memperburuk situasi yang sudah tegang.
Potensi Konsekuensi dari Serangan Militer
Serangan militer terhadap Iran berpotensi menimbulkan dampak besar, baik bagi Iran maupun kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. Jika serangan terjadi, kemungkinan besar Iran akan merespons dengan kekuatan militer yang dapat memperburuk ketegangan. Serangan ini juga berisiko melibatkan negara-negara besar lainnya di kawasan tersebut, seperti Rusia atau negara-negara anggota NATO.
Di sisi lain, bagi AS, serangan militer akan menghadirkan risiko besar, terutama dalam menghadapi respons dari Iran yang bisa memicu konfrontasi lebih luas. Kondisi ini akan membuat ketidakpastian semakin meningkat di kawasan yang sudah penuh ketegangan.
Apa yang Menunggu di Timur Tengah?
Dengan potensi serangan yang semakin dekat, kawasan Timur Tengah kini berada dalam ketidakpastian. Setiap langkah yang diambil oleh AS, Israel, atau Iran dapat memicu perubahan besar dalam peta geopolitik. Keputusan-keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah masa depan kawasan ini.
Kondisi ini membuat banyak negara di Timur Tengah dan dunia memantau dengan cermat apa yang akan terjadi selanjutnya. Serangan atau eskalasi konflik lainnya dapat membawa dampak besar bagi kestabilan global, dan banyak pihak menunggu keputusan final yang akan mengubah segala hal.