Jurnal Tempo – Hubungan antara Amerika Serikat, China, dan Venezuela semakin memanas setelah tuduhan baru muncul. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengkritik praktik ekonomi yang dilakukan China terhadap Venezuela. Ia menilai bahwa China telah mengambil keuntungan besar dari pasokan minyak Venezuela selama pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Tuduhan ini datang setelah dilaporkannya gugatan hukum yang mengungkapkan bagaimana China memperoleh minyak Venezuela dengan harga diskon, yang kemudian digunakan untuk melunasi utang negara tersebut. Lantas, apa dampak dari hubungan ini terhadap stabilitas politik dan ekonomi Venezuela?
China Mendapatkan Minyak Venezuela dengan Harga Murah
Menurut Marco Rubio, China menerima pasokan minyak Venezuela dengan harga sekitar 20 dolar AS lebih murah per barel. Yang lebih mencengangkan, pembayaran untuk minyak ini tidak dilakukan dengan uang tunai, melainkan dengan mekanisme barter. Minyak yang seharusnya menjadi sumber daya untuk membantu ekonomi Venezuela malah digunakan untuk melunasi utang negara kepada China. Praktik ini jelas merugikan rakyat Venezuela, karena mereka harus menanggung beban ekonomi yang semakin berat sementara kekayaan alam mereka justru diperdagangkan dengan harga yang sangat rendah.
“Baca Juga : Chile Menetapkan Darurat Nasional Akibat Kebakaran Hutan, 18 Orang Tewas“
Minyak Venezuela untuk Membayar Utang China
Sistem barter ini membuat Venezuela semakin terjerat dalam utang. Minyak yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan perekonomian dalam negeri, malah menjadi alat untuk membayar kewajiban internasional. Dengan harga diskon yang sangat murah, kilang-kilang China bisa mendapatkan pasokan yang tak didapatkan negara lain. Sementara itu, perekonomian Venezuela terus memburuk, karena sumber daya alam yang seharusnya membantu negara tersebut tetap terabaikan.
Menurunnya Ekonomi Venezuela: Akibat Utang dan Kebijakan yang Tidak Transparan
Rubio menyatakan bahwa kebijakan ini memperburuk kondisi ekonomi Venezuela. Minyak yang seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki perekonomian negara malah digunakan untuk menutupi kekurangan dana. Sementara itu, masyarakat Venezuela semakin merasakan dampak negatif dari kebijakan ini. Keputusan untuk menyalurkan minyak ke China dengan harga murah tidak hanya mengurangi potensi stabilitas ekonomi, tetapi juga memperburuk kepercayaan rakyat terhadap pemerintah Maduro. Sumber daya alam yang melimpah, pada kenyataannya, tidak memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan rakyat.
“Baca Juga : Gara-gara Nama Wi-Fi, Pesawat Turkish Airlines Dikawal Jet Tempur dan Mendarat Darurat“
Operasi AS: Mempertanyakan Dasar Hukum dan Pengaruh Global
Operasi yang dilakukan oleh AS di Venezuela semakin menambah ketegangan. Pemerintah AS menganggap bahwa tindakan mereka merupakan bagian dari penegakan hukum internasional, namun banyak anggota parlemen yang mempertanyakan dasar hukum dari langkah tersebut. Rubio menjelaskan bahwa ini adalah upaya untuk mencegah negara-negara seperti China, Rusia, dan Iran memperluas pengaruh mereka di kawasan Amerika Latin. Namun, semakin banyak pihak yang merasa bahwa ini lebih tentang pengaruh politik dan kekuatan global daripada sekadar penegakan hukum.
Karantina Minyak Mentah Venezuela: Tindakan yang Kontroversial
Pada bulan Desember, Rubio mengumumkan “karantina” terhadap ekspor minyak Venezuela. Ini berarti bahwa sebagian besar minyak yang diekspor oleh Venezuela dialihkan ke China melalui pengaturan yang dianggap tidak transparan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Venezuela pada China dan mengendalikan distribusi minyak yang berisiko merugikan negara. Namun, ini menambah ketegangan antara AS dan negara-negara yang mendukung Venezuela, seperti China. Keputusan ini semakin memperburuk situasi politik di Venezuela, yang sudah terbelah oleh krisis ekonomi.
Meningkatnya Ketegangan: Dampak Bagi Venezuela dan Dunia
Tuduhan terhadap China dan kebijakan AS semakin memperburuk hubungan internasional, khususnya di kawasan Amerika Latin. Venezuela kini menjadi medan pertempuran bagi kekuatan besar dunia, yang memperebutkan pengaruh di wilayah tersebut. Sementara itu, rakyat Venezuela terus menderita akibat ketidakstabilan ekonomi dan politik yang tidak kunjung usai. Dalam situasi ini, masa depan Venezuela tampaknya semakin tidak pasti, dan setiap langkah yang diambil oleh negara-negara besar akan memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan rakyat Venezuela.