Pakuwon Mall Jogja Tutup Sementara Usai Ricuh di Depan Mapolda DIY
Jurnal Tempo – Manajemen Pakuwon Mall Jogja memutuskan menutup mall di Condongcatur, Depok, Sleman sementara waktu. Penutupan ini menjadi efek langsung dari kericuhan yang terjadi Jumat malam, 29 Agustus 2025, di depan Mapolda DIY. Suasana kacau memaksa mall berhenti beroperasi hingga Sabtu pagi, 30 Agustus.
Petugas kepolisian melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. Akibatnya, demonstran mundur hingga ke halaman mall. Beberapa di antaranya terlihat tersedak dan kewalahan. Petugas mall menyiagakan oksigen serta mengarahkan mereka menjauh ke area aman.
Media Relation Pakuwon Mall, Junio Ragatha, menyebut penutupan itu demi keamanan pengunjung, tenant, dan pegawai. Dia menegaskan tidak ada kerusakan di dalam mall. Bahkan mereka telah siap dengan petugas tambahan untuk menjaga ketenangan. Mall direncanakan kembali buka Minggu (31/8) mulai pukul 10.00–22.00 WIB.
Situasi ini memicu tindakan cepat dari manajemen. Pengumuman melalui media sosial menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan. Mereka berharap kerusuhan segera mereda agar operasional berjalan normal kembali.
Kericuhan di Mapolda DIY menelan korban dan merusak fasilitas publik. Videotron dan papan nama hancur. Lalu lintas di Ring Road Utara tersendat. Aksi ini membuat warga Jogja semakin khawatir terhadap keselamatan di pusat kota.
Pihak ASN DIY, termasuk Sultan HB X, turun langsung menenangkan massa malam itu. Ia mengajak demonstran pulang dan memastikan delapan yang diamankan bebas. Pemerintah lokal juga mulai membersihkan jalan dan sisa gas air mata.
Aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan memicu gelombang emosi. Demonstran menuntut keadilan atas kematiannya. Sayangnya, gelombang ini mempengaruhi banyak pihak termasuk mall, pengunjung, dan warga sekitar. Namun, respons cepat Pakuwon Mall dan otoritas setempat menunjukkan komitmen menjaga keamanan publik.
Mari berharap situasi segera membaik dan rutinitas pun kembali berjalan.