Skip to content

Jurnal Tempo

Sumber Berita Terkini

Primary Menu
  • Home
  • General
  • Economic
  • Global
  • Edukatif
  • Home
  • General
  • Momen Idul Fitri di Kamp Pengungsi Rohingya: Dari Salat Ied hingga Takjil Bersama
  • General

Momen Idul Fitri di Kamp Pengungsi Rohingya: Dari Salat Ied hingga Takjil Bersama

Budi Santoso April 2, 2025 2 minutes read
pengungsi Rohingya

Jurnal Tempo – Perayaan Idul Fitri selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Di berbagai belahan dunia, hari kemenangan ini disambut dengan suka cita. Namun, bagaimana jika perayaan ini terjadi di kamp pengungsi Rohingya? Inilah yang dialami ribuan pengungsi Rohingya. Mereka harus merayakan Idul Fitri dalam keterbatasan. Meski demikian, kebahagiaan tetap terpancar di wajah mereka. Suasana haru dan bahagia menyatu dalam satu perasaan.

“Baca Juga : Demo Anti-Hamas di Gaza: Ratusan Warga Turun ke Jalan”

Salat Ied di Tengah Keterbatasan

Di kamp pengungsi Rohingya, salat Ied tetap dilaksanakan. Para pengungsi berkumpul di area terbuka untuk beribadah. Dengan perlengkapan seadanya, mereka berusaha merasakan makna Idul Fitri. Sebagian besar mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki. Ada yang mendapat sumbangan pakaian dari organisasi kemanusiaan. Sementara lainnya mengenakan pakaian lama yang sudah lusuh. Namun, semangat beribadah tetap membara dalam hati mereka.

Takjil Sederhana Penuh Kebersamaan

Setelah satu bulan berpuasa, takjil menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Di kamp pengungsi, makanan berbuka puasa sangat terbatas. Banyak dari mereka hanya berbuka dengan air putih dan roti kering. Beberapa organisasi kemanusiaan menyediakan makanan tambahan. Mereka membagikan kurma, nasi, dan lauk pauk sederhana. Momen berbuka ini menjadi waktu bagi para pengungsi untuk berkumpul. Mereka duduk bersama, berbagi makanan, dan saling menguatkan satu sama lain.

“Simak juga: BPJS Sandra Dewi Ditanggung APBD, Apa Saja Tanggapannya?”

Keceriaan Anak-Anak di Hari Lebaran

Anak-anak di kamp pengungsi juga merasakan suasana Lebaran. Meski tanpa baju baru atau mainan mahal, mereka tetap ceria. Beberapa relawan membagikan permen dan balon untuk anak-anak. Wajah mereka berseri-seri saat menerima hadiah kecil itu. Suasana bahagia sejenak menghapus kepedihan hidup mereka. Permainan tradisional juga dimainkan untuk menghibur mereka. Tawa dan canda menghiasi hari kemenangan di tengah penderitaan.

Bantuan Kemanusiaan untuk Lebaran

Banyak organisasi kemanusiaan memberikan bantuan saat Idul Fitri tiba. Mereka membagikan makanan, pakaian, dan perlengkapan ibadah. Bantuan ini sangat berarti bagi para pengungsi yang hidup dalam kesulitan. Selain kebutuhan pokok, ada juga yang memberikan bantuan pendidikan. Anak-anak diberikan buku dan alat tulis untuk masa depan mereka. Bantuan ini menjadi harapan bagi kehidupan yang lebih baik.

Tradisi yang Tetap Dipertahankan

Meskipun tinggal di kamp pengungsi, tradisi Idul Fitri tetap dilakukan. Pengungsi saling bermaafan dan mengunjungi satu sama lain. Mereka berusaha menciptakan suasana hangat meski jauh dari rumah. Doa bersama dilakukan untuk mendoakan keluarga yang terpisah. Mereka berharap suatu hari bisa merayakan Lebaran di tanah kelahiran mereka. Semangat mereka untuk mempertahankan tradisi sangat kuat.

Post navigation

Previous: Harga Cabai Tembus Angka Tinggi, Cuaca Jadi Penyebab Utama
Next: Harga Pangan Naik, Pemerintah Siapkan Strategi Stabilitas

Related Stories

Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • General

Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru

Rudi Hartono June 25, 2026
Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • General

Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan

Rudi Hartono June 19, 2026
Dari Whoosh hingga Semangat Bandung, Menjaga Warisan Sejarah di Tengah Kemajuan Kota Kembang
  • General

Dari Whoosh hingga Semangat Bandung, Menjaga Warisan Sejarah di Tengah Kemajuan Kota Kembang

Rudi Hartono June 14, 2026

Recent Posts

  • Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • Mengapa CV Bagus Saja Tidak Cukup? Rahasia Mendapatkan Pekerjaan di Era Kompetisi Modern
  • Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • Mengapa Anak Muda Tertarik Ikut Kirab 1 Suro? Tradisi Lama yang Kembali Hidup di Hati Generasi Muda

Categories

  • Economic
  • Edukatif
  • General
  • Global
  • Home

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
Copyright © Jurnal Tempo | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.