Jurnal Tempo – Rasa malu dan merasa tidak dianggap bisa berpengaruh besar pada kesehatan mental anak. Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan bahwa anak-anak, khususnya yang berusia sekolah dasar, sangat peka terhadap pengalaman emosional yang berkaitan dengan penerimaan. Jika anak merasa tidak didengar atau tidak punya tempat aman untuk bercerita, perasaan tersebut bisa berkembang menjadi keputusasaan. Dukungan psikologis sangat penting, terutama di usia-usia ini.
Ketika Masalah Kecil Terasa Sangat Besar bagi Anak
Bagi anak, masalah yang mungkin terlihat kecil bagi orang dewasa bisa terasa sangat besar. Sebagai contoh, jika anak tidak mampu membawa buku atau alat tulis seperti teman-temannya, ia bisa merasa dirinya berbeda. Rasa malu dan takut dinilai oleh lingkungan akan muncul. Anak-anak belum memiliki kapasitas untuk memaknai situasi secara rasional, dan inilah yang membuat perasaan mereka lebih intens.
Pentingnya Ruang Aman untuk Anak Bercerita
Perasaan tidak dihargai bisa semakin berat bagi anak jika mereka tidak memiliki ruang aman untuk berbicara. Ketika anak merasa keluhannya tidak didengar atau dianggap remeh, perasaan kesepian bisa muncul. Mereka merasa harus menghadapi masalah mereka sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk menciptakan lingkungan yang mendukung agar anak merasa aman dan dihargai.
Tanda-Tanda Tekanan Mental pada Anak yang Sering Terlewat
Tekanan mental pada anak sering kali tidak terlihat jelas. Vera mengingatkan orang tua untuk memperhatikan perubahan perilaku anak. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah anak menjadi lebih pendiam, mudah marah, sering menangis, atau kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai. Selain itu, gangguan tidur atau nafsu makan, keluhan fisik yang tidak dapat dijelaskan, hingga pernyataan ingin menghilang atau merasa tidak berguna adalah sinyal peringatan.
“Baca Juga : Virus Nipah Masih Mengancam, Cara Mengurangi Risiko Penularannya”
Dampak Kemiskinan Terhadap Rasa Aman Anak
Kemiskinan struktural tidak hanya mempengaruhi pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga rasa aman dan harga diri anak. Ketidakpastian hidup dapat membuat anak merasa kehidupannya tidak stabil dan penuh ketidakpastian. Hal ini berisiko mengganggu perkembangan mental anak dalam jangka panjang. Anak-anak dari keluarga kurang mampu sering kali merasa lebih tertekan, yang akhirnya mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Pentingnya Dukungan Emosional untuk Anak
Mengatasi tekanan mental pada anak bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan emosional. Orang tua dan lingkungan sekitar harus bisa memberi perhatian dan memahami perasaan anak. Ketika anak merasa didukung, mereka akan lebih mudah menghadapi perasaan malu atau ketidakpastian yang mereka alami. Dukungan ini sangat penting untuk membantu anak berkembang dengan sehat secara mental dan emosional.