PPI Dunia Serukan Pemerintah Tegas Jaga Demokrasi dan Keadilan
Jurnal Tempo – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia angkat bicara tajam menanggapi penangkapan sejumlah demonstran dalam aksi beberapa hari lalu. Mereka menilai peristiwa tersebut mencerminkan adanya indikasi serius terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan pengabaian terhadap konstitusi yang menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi. Karenanya, PPI Dunia mengajak seluruh pelajar Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, untuk bersatu memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan.
Menurut PPI Dunia, suara pelajar adalah bagian vital dari suara rakyat. Karena itu, persatuan pelajar tidak hanya penting, tetapi juga merupakan kekuatan moral yang tak bisa diabaikan oleh negara atau publik. Mereka menyerukan agar para pelajar tetap aktif berkontribusi menjaga nilai-nilai demokrasi di tengah ketidakpastian politik.
PPI Dunia menyampaikan sikap resmi terhadap tiga isu krusial:
Dalam pernyataan tegas, PPI Dunia mengutuk penggunaan kekuatan aparat secara berlebihan. Mereka menuntut penyelidikan yang transparan, akuntabel, dan independen agar kebenaran dapat terungkap penuh. Selain itu, mereka juga mendorong Komnas HAM dan lembaga hukum terkait untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran HAM.
Mereka juga menyerukan agar Pemerintah membuka ruang dialog substantif untuk menampung aspirasi rakyat secara adil dan wajar—tanpa mendiskreditkan tuntutan masyarakat. PPI Dunia ingin agar demokrasi dijalankan tidak hanya lewat suara, tapi juga dari keberanian mendengarkan dan berunding secara bermartabat.
PPI Dunia mengajak masyarakat, khususnya pelajar Indonesia di luar negeri, untuk berpartisipasi aktif menjaga jalannya demokrasi—dengan cara demonstrasi yang aman, bermartabat, dan sesuai aturan yang berlaku. Tekanan boleh dilakukan, namun selalu dengan prioritas pada keselamatan bersama.
Sebagai penutup, PPI Dunia menegaskan komitmen mereka untuk selalu berdiri bersama masyarakat dalam memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan. Kutipan tokoh bangsa, Mohammad Hatta—“Apapun yang membuatmu takut, hadapilah”—mereka gunakan sebagai semangat moral untuk terus bersuara dan beraksi demi perbaikan negeri.