Skip to content

Jurnal Tempo

Sumber Berita Terkini

Primary Menu
  • Home
  • General
  • Economic
  • Global
  • Edukatif
  • Home
  • Economic
  • Rupiah Terpuruk ke Rp15.758, Mata Uang Asing Menguat Serempak
  • Economic

Rupiah Terpuruk ke Rp15.758, Mata Uang Asing Menguat Serempak

Hendra Gunadi November 4, 2024 3 minutes read
Rupiah Terpuruk

Jurnal Tempo – Pada awal pekan ini, nilai tukar rupiah terpuruk kembali terhadap dolar Amerika Serikat (AS) . Rupiah diperdagangkan di level Rp15.758 per dolar AS, menandai pelemahan yang signifikan di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Penguatan mata uang asing secara serempak di pasar global memberikan tekanan berat bagi rupiah, mengakibatkan tren pelemahan yang konsisten dalam beberapa waktu terakhir.

“Baca juga: Pengadilan Rusia Jatuhkan Denda Fantastis ke Google, Simak Penjelasannya”

Pengaruh Kebijakan The Fed dan Arus Modal ke AS

Pelemahan rupiah menjadi perhatian pasar dan masyarakat Indonesia, terutama akibat faktor eksternal seperti penguatan dolar AS. Hal ini dipicu oleh kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve untuk menekan inflasi di AS.

Langkah agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga membuat arus modal kembali ke AS, karena investor global lebih memilih aset dolar yang lebih aman dan menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Ini mendorong permintaan dolar dan melemahkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Simak juga: Update Harga Emas Antam: Turun Rp 8.000 pada Sabtu, 2 November 2024”

Pemulihan Ekonomi AS Memperkuat Dolar

Penguatan dolar AS didorong oleh laporan pemulihan ekonomi di sektor utama, meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga inflasi terkendali.

Dampak Geopolitik dan Harga Komoditas Fluktuatif

Pelemahan rupiah juga diperburuk oleh ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik geopolitik dan fluktuasi harga komoditas. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik Rusia-Ukraina, memicu volatilitas pasar global dan memberi tekanan tambahan pada rupiah, terutama karena tingginya biaya devisa untuk impor minyak dan gas.

Dampak pada Ekonomi Domestik

Pelemahan rupiah berdampak langsung pada sektor domestik, terutama karena kenaikan harga bahan baku impor yang meningkatkan biaya produksi. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri, menyulitkan industri yang bergantung pada impor untuk menjaga efisiensi dan stabilitas harga.

Selain itu, depresiasi rupiah juga mengancam daya beli masyarakat akibat inflasi, terutama pada produk impor. Walau pemerintah menjaga harga bahan pokok, tekanan biaya impor bisa menaikkan harga pasar dan menurunkan daya beli masyarakat.

Langkah Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter juga mengambil langkah-langkah seperti intervensi di pasar valuta asing dan penyesuaian suku bunga acuan telah dilakukan guna menahan laju pelemahan rupiah. Namun, pengaruh dari kebijakan global yang cenderung ketat tetap menjadi tantangan besar bagi stabilitas nilai tukar di Indonesia.

Meski demikian, Bank Indonesia optimis bahwa fundamental ekonomi domestik Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan eksternal. Inflasi di dalam negeri masih terkendali, dan cadangan devisa yang dimiliki cukup memadai untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

Post navigation

Previous: Sritex Diterpa Pailit: Dampak dan Apa yang Terjadi Selanjutnya
Next: Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan Komitmen Net Zero Emission

Related Stories

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Economic

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi

Rudi Hartono June 21, 2026
Yum Brands Lepas Bisnis Pizza Hut Rp47,88 Triliun, Awal Babak Baru Raksasa Restoran Dunia
  • Economic

Yum Brands Lepas Bisnis Pizza Hut Rp47,88 Triliun, Awal Babak Baru Raksasa Restoran Dunia

Rudi Hartono June 16, 2026
Piala Dunia 2026 Diprediksi Jadi Ajang Taruhan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Dunia
  • Economic

Piala Dunia 2026 Diprediksi Jadi Ajang Taruhan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Rudi Hartono June 10, 2026

Recent Posts

  • Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • Mengapa CV Bagus Saja Tidak Cukup? Rahasia Mendapatkan Pekerjaan di Era Kompetisi Modern
  • Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • Mengapa Anak Muda Tertarik Ikut Kirab 1 Suro? Tradisi Lama yang Kembali Hidup di Hati Generasi Muda

Categories

  • Economic
  • Edukatif
  • General
  • Global
  • Home

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
Copyright © Jurnal Tempo | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.