Jurnal Tempo – Bill Gates, pendiri Microsoft, dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia teknologi dan inovasi. Namun, di luar dunia digital, Gates memiliki lebih dari 250.000 hektar lahan pertanian di Amerika Serikat. Kepemilikan lahan pertanian ini menjadikannya salah satu pemilik lahan terbesar di negara tersebut. Mengapa seorang miliarder teknologi memilih sektor agrikultur sebagai investasi? Artikel ini membahas alasan di balik keputusan Gates untuk berinvestasi dalam sektor yang tampaknya tradisional ini.
Lahan Pertanian sebagai Aset Tahan Inflasi
Bill Gates memilih sektor agrikultur karena lahan pertanian merupakan aset yang relatif tahan terhadap inflasi. Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, harga lahan pertanian cenderung terus naik. Data Farm Bureau pada Agustus 2025 menunjukkan, nilai rata-rata lahan pertanian di AS mencapai USD 4.350 per acre, yang mencerminkan kenaikan harga sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa lahan pertanian tetap menjadi pilihan investasi yang stabil meski ada gejolak ekonomi.
“Baca Juga : Rupiah Menguat di Hari Terakhir 2025, Jadi yang Terbaik di Asia“
Investasi Jangka Panjang dengan Risiko Relatif Stabil
Berbeda dengan saham teknologi yang sering mengalami fluktuasi harga, lahan pertanian menawarkan pendapatan yang lebih stabil. Pendapatan ini berasal dari hasil sewa lahan, produksi pangan, dan kenaikan nilai lahan itu sendiri. Ini menjadikan agrikultur pilihan yang menarik untuk diversifikasi portofolio investasi. Meskipun membutuhkan modal besar di awal, sektor ini menawarkan arus pendapatan yang lebih dapat diprediksi dibandingkan dengan investasi di pasar saham.
Alternatif Investasi Pertanian bagi Investor Ritel
Tidak semua orang bisa membeli lahan pertanian seperti Bill Gates. Namun, bagi investor ritel, ada alternatif yang lebih terjangkau untuk berinvestasi di sektor ini. Salah satunya adalah melalui saham perusahaan pertanian atau ETF sektor agrikultur. Dengan instrumen ini, investor bisa mendapatkan eksposur ke sektor pertanian tanpa harus membeli lahan langsung. Selain itu, instrumen ini juga menawarkan likuiditas yang lebih tinggi dan lebih mudah diakses.
“Baca Juga : Bakti BCA Hadir di Sumatera: Merajut Harapan Korban Banjir Lewat Bantuan Nyata”
Mengapa Agrikultur Menjadi Sektor Strategis?
Agrikultur menjadi sektor yang sangat strategis karena kebutuhan pangan global terus meningkat. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia, permintaan terhadap hasil pertanian semakin besar. Selain itu, agrikultur berperan penting dalam ketahanan pangan, yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, sektor ini tetap relevan dan memiliki prospek jangka panjang yang cerah, meskipun teknologi terus berkembang pesat.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Investasi di sektor pertanian juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan pertanian dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Gates juga berkomitmen untuk mendukung pertanian berkelanjutan, yang berkontribusi pada ketahanan pangan global dan ekonomi daerah. Dengan cara ini, investasi di lahan pertanian tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga untuk komunitas yang lebih luas.
Diversifikasi Portofolio: Langkah Bijak di Tengah Ketidakpastian