Jurnal Tempo – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan bahwa sektor perbankan masih kurang tertarik untuk membiayai usaha budidaya perikanan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pembudidaya ikan yang ingin mengembangkan usaha mereka. Pendanaan dari bank sangat penting untuk meningkatkan produksi perikanan nasional. Namun, rendahnya minat perbankan membuat sektor ini sulit berkembang. Banyak pelaku usaha yang akhirnya harus mencari sumber pendanaan lain. Sayangnya, tidak semua alternatif pendanaan memiliki bunga rendah atau syarat yang mudah.
Salah satu masalah utama yang dihadapi pembudidaya adalah sulitnya mendapatkan akses kredit. Perbankan cenderung menganggap sektor perikanan berisiko tinggi. Faktor seperti cuaca, penyakit ikan, dan fluktuasi harga pasar menjadi alasan utama. Akibatnya, banyak pembudidaya terpaksa mencari pendanaan alternatif. Beberapa di antaranya mengandalkan koperasi atau pinjaman dari pihak swasta. Namun, pinjaman dari lembaga non-bank sering kali memiliki bunga yang lebih tinggi. Hal ini membuat para pembudidaya kesulitan untuk berkembang.
“Baca Juga : Houthi Yaman Kembali Serang Kapal Perang AS untuk Keempat Kalinya”
Tidak hanya itu, proses pengajuan kredit ke bank juga cenderung rumit. Banyak pembudidaya yang tidak memiliki dokumen lengkap sesuai dengan persyaratan bank. Misalnya, mereka tidak memiliki agunan yang cukup untuk mendapatkan pinjaman dalam jumlah besar. Selain itu, beberapa bank juga masih belum memiliki skema pembiayaan yang cocok untuk sektor perikanan. Hal ini semakin membuat sulitnya akses permodalan bagi para pembudidaya.
Bank umumnya lebih tertarik membiayai sektor yang memiliki risiko rendah. Sektor seperti properti dan manufaktur lebih banyak mendapat perhatian. Budidaya perikanan dianggap kurang menguntungkan dalam jangka panjang. Selain itu, aset yang dimiliki pembudidaya sering kali tidak memenuhi syarat jaminan bank. Hal ini semakin memperburuk kondisi pembiayaan di sektor ini.
“Simak juga: Setoran Pajak Negara Anjlok, Apa Penyebabnya?”
Perbankan juga melihat bahwa bisnis budidaya perikanan memiliki tingkat pengembalian yang tidak pasti. Beberapa faktor eksternal, seperti perubahan cuaca ekstrem atau wabah penyakit ikan, dapat menyebabkan kerugian besar. Akibatnya, bank merasa kurang percaya diri untuk menggelontorkan dana ke sektor ini. Ditambah lagi, rendahnya literasi keuangan di kalangan pembudidaya menjadi faktor lain yang membuat bank enggan memberikan pinjaman.
KKP telah berusaha mencari solusi untuk meningkatkan minat perbankan. Salah satunya dengan memberikan jaminan kredit bagi pembudidaya. Pemerintah juga terus berkomunikasi dengan pihak bank. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman tentang potensi sektor perikanan. Selain itu, skema kredit khusus sedang dirancang untuk membantu pembudidaya kecil.
Selain itu, KKP juga menggandeng berbagai lembaga keuangan untuk menciptakan program kredit dengan bunga rendah. Beberapa program pembiayaan dari pemerintah daerah juga mulai diperkenalkan. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan lebih banyak pembudidaya yang bisa mendapatkan akses permodalan.
Meskipun masih banyak tantangan, harapan untuk sektor ini tetap ada. Dengan dukungan dari pemerintah, diharapkan bank mulai melirik sektor perikanan. Jika akses pembiayaan semakin mudah, maka produksi ikan nasional bisa meningkat. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir.
Selain itu, dengan semakin berkembangnya teknologi, risiko dalam budidaya perikanan bisa diminimalkan. Penggunaan teknologi seperti sistem monitoring kualitas air dan pakan otomatis dapat membantu meningkatkan hasil panen. Jika risiko dapat dikendalikan dengan lebih baik, maka bank akan lebih tertarik untuk memberikan pinjaman.
Pemerintah juga perlu terus mendorong edukasi keuangan bagi para pembudidaya. Dengan meningkatnya pemahaman keuangan, pembudidaya bisa lebih siap dalam mengajukan pinjaman ke bank. Mereka juga dapat mengelola keuangan usaha mereka dengan lebih baik. Jika semua pihak bekerja sama, maka industri budidaya perikanan dapat berkembang dengan lebih pesat.