Skip to content

Jurnal Tempo

Sumber Berita Terkini

Primary Menu
  • Home
  • General
  • Economic
  • Global
  • Edukatif
  • Home
  • Home
  • Kasus Uang Palsu Makassar Libatkan ASN, BUMN Dan Politikus
  • Economic
  • Home

Kasus Uang Palsu Makassar Libatkan ASN, BUMN Dan Politikus

jurnaltempo December 20, 2024 3 minutes read
Kasus Uang Palsu Makassar Libatkan ASN, BUMN Dan Politikus

Kasus Uang Palsu Makassar Libatkan ASN, BUMN Dan Politikus

Jurnal Tempo – Sindikat Kasus Uang Palsu yang berhasil diungkap di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memunculkan sejumlah fakta mengejutkan. Tidak hanya melibatkan individu biasa, kasus ini menyeret nama pegawai negeri sipil (ASN), pegawai bank BUMN, hingga politikus. Fakta-fakta ini menyoroti tingkat kejahatan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Pengungkapan Kasus di Kampus UIN Alauddin Makassar

Kasus ini bermula dari penemuan aktivitas mencurigakan di Gedung Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Lokasi tersebut ternyata menjadi tempat produksi uang palsu. Berdasarkan laporan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Yudhiawan Wibisono, pengungkapan ini adalah hasil dari penelusuran yang dilakukan sejak awal Desember 2024. Sebanyak 17 tersangka dari berbagai latar belakang profesi berhasil diamankan.

“Baca Juga: Deposito Rp 700 Juta di Bank, Raib! Ulah Karyawan Bank”

Tersangka yang ditangkap terdiri atas dua pegawai bank BUMN, satu dosen sekaligus pejabat kampus, empat ASN, satu tenaga honorer, pengusaha, hingga seorang juru masak. Selain itu, terdapat tersangka yang pernah mencalonkan diri sebagai wali kota Makassar dan anggota legislatif pada Pemilu 2024. Nama-nama seperti AI, MN, KMR, hingga RHM termasuk dalam daftar tersangka.

Jurnal Tempo mencatat bahwa kasus ini semakin memperlihatkan bagaimana kejahatan terorganisasi dapat menjangkau berbagai kalangan.

Proses Produksi Uang Palsu

Sebelum menggunakan ruangan di perpustakaan UIN Alauddin Makassar, sindikat ini memproduksi uang palsu di rumah salah satu tersangka, ASS. ASS diketahui sebagai pengusaha yang pernah mencalonkan diri sebagai wali kota Makassar. Namun, pencalonannya tidak didukung partai politik.

AI, seorang kepala perpustakaan di UIN Alauddin, juga tercatat pernah mencalonkan diri pada Pilkada Kabupaten Barru 2024. Namun, serupa dengan ASS, upayanya gagal karena kurangnya dukungan politik. Menurut Kapolda, sindikat ini menggunakan alat cetak offset GM-247IIMP-25 untuk memproduksi uang palsu dengan nilai emisi Rp100 ribu tahun 2016.

Barang Bukti yang Disita
Polisi mengamankan sejumlah besar barang bukti, termasuk:

  • Mesin cetak besar GM-247IIMP-25.
  • 738 lembar kertas bergambar uang pecahan Rp100 ribu emisi 2016.
  • 19 lembar uang palsu senilai Rp1,9 juta yang sudah jadi.
  • 6.139 lembar kertas bergambar yang gagal produksi.
  • 13 tinta printer, timbangan digital, dan peralatan pendukung lainnya.

Selain itu, ditemukan mata uang asing seperti 5.000 Won Korea dan 500 Dong Vietnam. Uniknya, ditemukan pula kertas sertifikat deposito senilai Rp45 triliun dan Surat Berharga Negara senilai Rp700 triliun. Semua barang bukti ini mengindikasikan skala besar dari aktivitas sindikat.

Jejak Politik dan Keterlibatan Pejabat

Kasus ini bukan hanya soal uang palsu. Keterlibatan ASN, pejabat kampus, dan politikus menunjukkan kompleksitas jejaring kejahatan. Sejumlah tersangka menggunakan posisi mereka untuk memuluskan aktivitas ilegal ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sistem pengawasan dapat diperbaiki untuk mencegah keterlibatan pejabat publik dalam aktivitas kriminal.

Menurut Jurnaltempo.com, kasus ini menunjukkan betapa perlunya pengawasan ketat pada institusi publik dan swasta untuk menghindari penyalahgunaan wewenang.

“Simak juga: Adipati Samigina: Penjaga Sejarah dan Penghubung Dunia lain”

Pengungkapan kasus uang palsu di Makassar ini memberikan pelajaran penting tentang bahaya sindikat yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Keterlibatan ASN, BUMN, dan politikus menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem pengawasan. Kasus ini juga menyoroti bagaimana integritas individu di posisi strategis dapat berdampak besar pada keamanan masyarakat. Jurnal Tempo akan terus memantau perkembangan kasus ini.

Post navigation

Previous: Serangan Israel di Yaman: Pelabuhan dan Energi Jadi Target
Next: Rekor Baru dari Harga Emas Hari Ini Terus Naik

Related Stories

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Economic

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi

Rudi Hartono June 21, 2026
Yum Brands Lepas Bisnis Pizza Hut Rp47,88 Triliun, Awal Babak Baru Raksasa Restoran Dunia
  • Economic

Yum Brands Lepas Bisnis Pizza Hut Rp47,88 Triliun, Awal Babak Baru Raksasa Restoran Dunia

Rudi Hartono June 16, 2026
Piala Dunia 2026 Diprediksi Jadi Ajang Taruhan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Dunia
  • Economic

Piala Dunia 2026 Diprediksi Jadi Ajang Taruhan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Rudi Hartono June 10, 2026

Recent Posts

  • Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • Mengapa CV Bagus Saja Tidak Cukup? Rahasia Mendapatkan Pekerjaan di Era Kompetisi Modern
  • Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • Mengapa Anak Muda Tertarik Ikut Kirab 1 Suro? Tradisi Lama yang Kembali Hidup di Hati Generasi Muda

Categories

  • Economic
  • Edukatif
  • General
  • Global
  • Home

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
Copyright © Jurnal Tempo | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.