Jurnal Tempo – Hungaria telah menarik perhatian dunia internasional setelah keputusan mengejutkannya untuk keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Keputusan ini langsung muncul setelah kunjungan kontroversial dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Perjalanan ini tidak hanya menambah ketegangan politik di Eropa tetapi juga mempengaruhi hubungan Hungaria dengan berbagai negara lain. Banyak yang mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut, mengingat ICC adalah lembaga internasional yang memiliki peran penting dalam menegakkan keadilan global.
Hubungan antara Hungaria dan Israel sudah cukup lama terjalin, dengan keduanya memiliki berbagai kesepakatan diplomatik dan ekonomi. Namun, kedatangan Netanyahu di Budapest pada awal 2025 memberi dampak yang lebih besar. Netanyahu, yang dikenal dengan kebijakan pro-Israel yang keras, seringkali mendapatkan kritik internasional, terutama terkait dengan kebijakan-kebijakan yang menindas Palestina. Namun, bagi Hungaria, kunjungan Netanyahu bisa dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral.
“Baca Juga : Harga Pangan Naik, Pemerintah Siapkan Strategi Stabilitas”
Keluar dari ICC memberikan sinyal kuat bahwa Hungaria mungkin tidak lagi ingin terikat dengan lembaga internasional yang dapat mengawasi kebijakan-kebijakannya. Banyak negara Eropa, yang beranggapan bahwa ICC adalah jaminan terhadap penegakan hukum internasional, menilai langkah ini sebagai bentuk penolakan terhadap upaya penyelesaian konflik global yang lebih adil. Hal ini tentu saja memunculkan kritik dari berbagai pihak yang mendukung keberadaan ICC.
Keputusan Hungaria untuk keluar dari ICC tampaknya tidak terlepas dari tekanan politik dan ekonomi. Pemerintah di Budapest merasa bahwa keanggotaan di ICC dapat menghalangi kebijakan domestiknya yang cenderung kontroversial. Selain itu, keputusan ini juga dapat dipandang sebagai upaya untuk mempererat hubungan dengan Israel, yang memiliki pengaruh kuat di kawasan Timur Tengah dan bisa menjadi mitra strategis di banyak bidang, termasuk teknologi dan keamanan.
“Simak juga: Huawei Nova 13 Rilis Global: Apa Keunggulannya?”
Sebagai lembaga internasional, ICC bertujuan untuk mengadili individu yang terlibat dalam kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun, tidak semua negara mendukung ICC, dan beberapa bahkan menilai bahwa lembaga ini cenderung bias atau terlalu politis. Keputusan negara-negara seperti Hungaria untuk menarik diri dari ICC menambah panjang daftar negara yang memiliki pandangan skeptis terhadap peran ICC dalam sistem hukum internasional.
Langkah Hungaria ini diprediksi akan berdampak pada hubungan diplomatiknya dengan negara-negara lain, terutama yang mendukung ICC. Meskipun begitu, keputusan ini juga bisa menguntungkan Hungaria dalam konteks politik dalam negeri dan hubungan dengan negara-negara tertentu. Hal ini akan sangat bergantung pada perkembangan politik global dan kebijakan luar negeri yang akan diambil oleh Hungaria ke depan.