Skip to content

Jurnal Tempo

Sumber Berita Terkini

Primary Menu
  • Home
  • General
  • Economic
  • Global
  • Edukatif
  • Home
  • Home
  • Uang Palsu Alauddin: Mesin Cetak di Perpustakaan Universitas
  • Economic
  • General
  • Home

Uang Palsu Alauddin: Mesin Cetak di Perpustakaan Universitas

jurnaltempo December 23, 2024 4 minutes read
Uang Palsu Alauddin Mesin Cetak di Perpustakaan Universitas

Uang Palsu Alauddin Mesin Cetak di Perpustakaan Universitas

Jurnal Tempo – Kasus uang palsu Alauddin menjadi perbincangan hangat setelah pengungkapan polisi yang mengejutkan publik. Sindikat ini menggunakan ruang perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk menjalankan operasinya. Modus yang digunakan pun tergolong licik, dengan dalih mencetak buku untuk kebutuhan perpustakaan. Namun, di balik alasan tersebut, terdapat mesin cetak besar seberat dua ton lebih yang digunakan untuk mencetak uang palsu.

“Baca Juga: Uang Palsu Makassar Hologram Bisa Bersinar Seperti Uang Asli”

Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa aktivitas mencurigakan ini awalnya diketahui dari laporan pegawai perpustakaan yang mendengar suara mesin dari bekas toilet di perpustakaan. Dalih yang diberikan oleh Andi Ibrahim, salah satu tersangka utama, adalah bahwa suara tersebut berasal dari mesin pencetak buku yang akan disimpan di perpustakaan. Dalih ini membuat para pegawai menghentikan kecurigaan mereka.

Ruangan Khusus Cetak Uang Palsu Alauddin dengan Peredam Suara

Bekas toilet berukuran 2,5 x 4 meter itu disulap menjadi “pabrik” uang palsu. Ruangan tersebut dilengkapi dengan peredam suara dari gipsum yang berisi gabus, sehingga suara mesin hanya terdengar samar-samar. Mesin cetak itu sendiri didatangkan langsung dari China melalui Surabaya dengan harga sekitar Rp600 juta.

“Mesin tersebut dimasukkan ke kampus pada malam hari ketika situasi sedang sepi. Proses pemindahan mesin bahkan menyebabkan beberapa lantai pecah,” ujar Kapolres Gowa. Menurutnya, mesin itu diangkut menggunakan forklift dan papan penggeser untuk mempermudah pemindahannya.

Modus Operasi Uang Palsu Alauddin yang Rapi

Polisi mengungkap bahwa sindikat ini menggunakan beberapa lokasi sebagai tempat operasi. Awalnya, produksi dilakukan di rumah seorang pengusaha berinisial ASS di Jalan Sunu, Makassar. Namun, kebutuhan untuk mencetak uang dalam jumlah besar memaksa mereka memindahkan operasinya ke perpustakaan UIN Alauddin.

“Awalnya mereka menggunakan alat kecil di rumah ASS. Namun, karena kebutuhan meningkat, mereka memutuskan untuk membeli alat yang lebih besar dan memindahkannya ke UIN Alauddin,” jelas Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono.

Dalam kasus ini, peran Andi Ibrahim sangat sentral. Ia bekerja sama dengan 16 orang lainnya, termasuk kepala perpustakaan UIN Alauddin. Selain itu, polisi juga mengejar tiga orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Proses Penyelidikan yang Panjang

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, tentang adanya peredaran uang palsu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap seorang pria berinisial M saat transaksi dengan tersangka lain, AI. Dari penangkapan ini, polisi menemukan jejak yang mengarah ke perpustakaan UIN Alauddin.

“Uang palsu ini diproduksi dengan perbandingan satu banding dua, artinya satu uang asli dapat ditukar dengan dua uang palsu,” ujar Irjen Yudhiawan. Modus ini terbongkar setelah penyelidikan mendalam oleh tim Satreskrim Polres Gowa.

Komitmen Polisi untuk Menuntaskan Kasus

Total 17 tersangka telah diamankan oleh polisi di lokasi berbeda, seperti Gowa, Makassar, Wajo, dan Mamuju. Para tersangka memiliki peran masing-masing dalam sindikat ini, mulai dari pencetak, pengedar, hingga perencana utama. Polisi juga memastikan bahwa ketiga DPO yang terlibat akan segera ditangkap.

Kasus ini menunjukkan betapa beraninya sindikat dalam menjalankan aksinya, bahkan di lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat belajar dan menimba ilmu. Jurnal Tempo mencatat, pengungkapan kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya pengawasan ketat terhadap aktivitas di lingkungan pendidikan.

“Simak Juga: Adipati Marbas Ars Goetia Demon Penyembuh dan Transformator”

Dampak dan Tindakan Selanjutnya

Pengungkapan sindikat uang palsu Alauddin ini tidak hanya mencoreng nama baik UIN Alauddin, tetapi juga menjadi peringatan bagi institusi lain untuk lebih waspada. Pihak universitas sendiri telah menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan polisi untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

Melalui pemberitaan ini, Jurnal Tempo berkomitmen untuk terus menyajikan informasi terpercaya terkait kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini dapat diakses di laman jurnaltempo.com. Kasus ini juga diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk tidak memberikan ruang bagi tindak kejahatan, sekecil apa pun bentuknya.

Post navigation

Previous: PLN Diskon 50% untuk Token Listrik, Ini Batas Pembeliannya!
Next: Vladimir Putin Balas Serangan Drone di Kazan dengan Lebih Keras

Related Stories

Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • General

Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru

Rudi Hartono June 25, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Economic

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi

Rudi Hartono June 21, 2026
Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • General

Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan

Rudi Hartono June 19, 2026

Recent Posts

  • Bocah 5 Tahun Tak Sengaja Bakar Puluhan Ponsel, Sikap Sang Ayah Justru Mengundang Haru
  • Mengapa CV Bagus Saja Tidak Cukup? Rahasia Mendapatkan Pekerjaan di Era Kompetisi Modern
  • Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Simak Pergerakan Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi
  • Baru Meneken Perdamaian, AS Kembali Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
  • Mengapa Anak Muda Tertarik Ikut Kirab 1 Suro? Tradisi Lama yang Kembali Hidup di Hati Generasi Muda

Categories

  • Economic
  • Edukatif
  • General
  • Global
  • Home

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
Copyright © Jurnal Tempo | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.